kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Amvesindo: Kebutuhan tekfin P2P lending pendidikan makin besar

Selasa, 03 April 2018 / 20:53 WIB

Amvesindo: Kebutuhan tekfin P2P lending pendidikan makin besar
ILUSTRASI. Ilustrasi pendidikan tinggi - mahasiswa

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan penyedia jasa pinjam meminjam (P2P landing) yang menyasar pasar pendidikan semakin menjamur. Donald Wihardja, Wakil Ketua II Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) bilang terdapat kebutuhan akan model bisnis tersebut di Indonesia.

Bila pemerintah punya kredit untuk UMKM, sebaiknya juga ada kredit di bidang pendidikan. Ini lah yang dilirik start up bidang tekfin.

"Kalau tidak salah ada Rp 1.500 triliun kredit yang ada di bank tapi tidak bisa disalurkan karena tidak tahu bagaimana cara menyalurkannya. Pemerintah harus punya cara lebih pintar seperti memberikan jaminan bagi para pemain (tekfin P2P Landing) untuk salurkan pinjaman,” pungkas Donald, Selasa (3/4) di Jakarta.

Donald menegaskan bila tidak memberikan jaminan setidaknya tidak menghalangi. Donald berharap dengan permintaan dari Presiden Jokowi agar institusi keuangan mengembangkan produk keuangan untuk solusi di bidang pendidikan, dapat meningkatkan tingkat kesadaran para pemain di industri keuangan, seperti bankir, lander, dan OJK.

Apalagi ia menyebut potensi bisnis P2P di Indonesia sangat besar. Melihat hal itu, ia memproyeksi ada unicorn lokal selanjutnya yang berasal dari bidang tekfin tersebut. "Seharusnya ada di payment, tapi sudah dibeli perusahaan besar," tandasnya.

Donald menekankan alasan penting kehadiran unicorn lokal di Indonesia menjadi pembuktian bahwa Indonesia sebagai destinasi investor. Selanjutnya akan dorong investasi di berbagai bidang.

Permasahalan P2P landing di bidang pendidikan adalah tidak bisa memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar dengan bunga yang besar.

"Yang paling tidak bisa dianggap rentenir adalah P2P landing di bidang pendidikan karena bunganya paling besar 19%. Diatas itu tidak akan sanggup dibayar oleh peminjamnya. Bahkan masih ada bank yang meminjamkan di atas 19% untuk pendidikan," jelas Donald.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Markus Sumartomjon

BISNIS START-UP

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×