: WIB    --   
indikator  I  

Penjual sempe beromzet ratusan juta (2)

Penjual sempe beromzet ratusan juta (2)

Memulai usaha produksi sempe merek Arumanis H Ardi, tahun 2011, Ardi Sahami mengawali bisnisnya bermodal pinjaman. Berbekal pengetahuan produksi, kemampuan marketing, serta karyawan yang terus bertambah, kini Ardi mampu raup omzet Rp 200 juta per bulan.

Ia meminjam modal dari bank untuk menutup biaya operasional produksi sempe.  "Jadi bukan berangkat dari nol lagi, tapi dari minus," ujar Ardi yang akrab dengan panggilan Haji Ardi.

Untuk menekan pengeluaran, Ardi sempat melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan mencari rumah produksi yang jauh dari pusat kota.

Proses pembuatan sempe pun hingga saat ini masih mengandalkan cara tradisional. Selain mengurangi biaya mesin, sempe yang dihasilkan dengan cara tradisional juga punya keistimewaan tersendiri.
Teksturnya lebih padat dan tak gampang kempes. "Cara bikinnya unik, butuh waktu lama untuk belajarnya, karena butuh feeling juga," ucap Ardi.

Menurutnya, tidak semua orang bisa membuat sempe arumanis. Pasalnya, Ardi mengakui tidak ada patokan waktu yang pasti untuk mengetahui apakah arumanis sudah siap dikonsumsi.

Salah satu cara mengenali kematangan arumanis adalah dengan menyigi aromanya. Hal ini pula yang membuat penganan ini dikenal dengan nama arumanis. Sebagaimana Ardi mengisahkan, kata arum pada nama tersebut mengacu pada terigu yang digoreng hingga mengeluarkan bau yang harum. Sementara manis menunjukkan adanya kandungan gula yang direbus hingga membentuk karamel.

Beruntung, saat masih menjadi sales dan agen arumanis, Ardi berkesempatan melihat proses produksinya. Jadi, Ardi sudah punya bekal pengetahuan yang cukup untuk melakukan produksi sendiri. "Dulu juga dibantu salah satu teman, dia juga pernah bekerja menjadi pembuat arumanis sebelumnya," tambah Ardi.

Dengan bekal pengalaman tersebut akhirnya Ardi merekrut dan melatih karyawan untuk membantu proses produksi. Dari awalnya hanya punya 2-4 karyawan, kini usaha Ardi terus berkembang dengan 50 karyawan. Tak hanya membantu proses produksi, Ardi juga punya staf untuk pengemasan, pemasaran, hingga costumer service.

Keahlian Ardi dalam memetakan pasar dan melakukan promosi pun tak perlu diragukan. Bertahun menjadi sales dan memasarkan beragam produk makanan, ditambah pengalaman menjadi agen, sudah cukup menjadi pegangan. Menyasar semua kalangan dengan harga jual yang ramah di kantong, Sempe Arumanis H Ardi kini sukses melakukan penetrasi pasar.

Memang untuk pemasaran, saat ini Ardi belum membuka outlet sendiri. Sejauh ini ia menembus pasar dengan cara titip jual ke warung hingga pasar modern. Setidaknya sudah ada 4.000 toko yang menjadi mitra usaha sempe Arumanis H Ardi.

Toko-toko tersebut antara lain tersebar di seluruh Yogyakarta, ke arah Jawa Timur hingga Banyuwangi, dan ke arah Jawa Barat hingga Cirebon.

(Bersambung)


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Johana Ani K.

USAHA IKM

Feedback   ↑ x