PELUANG USAHA
Berita
Sentra Burung Ambarawa: Pasar burung terbesar (1)

SENTRA PENJUALAN BURUNG DI PASAR PON, AMBARAWA, JAWA TENGAH

Sentra Burung Ambarawa: Pasar burung terbesar (1)


Telah dibaca sebanyak 6068 kali
Sentra Burung Ambarawa: Pasar burung terbesar (1)

JIKA Anda hobi memelihara burung berkicau dan tengah berada di sekitar Semarang, tidak ada salahnya mampir di Pasar Pon, Ambarawa, Jawa Tengah. Di pasar burung ini, Anda akan menjumpai puluhan pedagang yang menjual aneka burung kicau.

Letak Pasar Pon tidak jauh dari Terminal Bawen. Bila dari arah Semarang menuju Yogyakarta, Anda pasti melewati pasar ini. Dari pusat Kota Semarang, butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa sampai ke lokasi sentra burung ini.

Pasar ini diberi nama Pasar Pon lantaran awalnya dibuka hanya pada hari weton Pon (nama hari dalam penanggalan Jawa). Beda dengan penanggalan masehi, weton pon muncul lima hari sekali.

Namun, saat ini, Pasar Pon buka setiap hari. Namun, di luar weton Pon, pasar relatif agak sepi. KONTAN sempat menyambangi pasar ini pas Sabtu Pon (15/12/2012).

Saat itu, meski hari masih manunjukkan pukul 08.00 WIB, pasar sudah ramai aktivitas. Kicauan burung terdengar di pelbagai sudut pasar. “Pasar ini sudah ada sejak tahun 1994,” ujar Sidik Rukadi, salah seorang pedagang burung.

Sebelumnya, sentra burung berlokasi di Pasar Projo, Ambarawa. Namun, karena Pasar Projo sering menimbulkan kemacetan, beberapa pedagang dipindahkan ke tempat ini, termasuk para pedagang burung.

Saat ini, Pasar Pon sudah terkenal sebagai salah satu sentra burung terbesar di Pulau Jawa. Ada lebih dari 50 pedagang burung di pasar ini, termasuk para pedagang kaki lima alias yang tidak memiliki kios.

Sidik sendiri menjual beragam jenis burung, mulai pleci, kenari, glatik, dan murai. Burung-burung ini dibanderol dengan kisaran harga Rp 60.000 hingga ratusan ribu.

Dalam sebulan, omzet Sidik bisa mencapai belasan juta. “Kadang ada stok burung nuri yang harganya sampai jutaan rupiah,” tuturnya.

Pedagang lainnya, Endar Rosid mengaku sudah berjualan burung di Pasar Pon sejak tahun 1994. Kata Endar, sejarah pasar ini dimulai oleh enam pedagang burung di Pasar Projo. Lantaran potensinya menjanjikan, pedagang lain turut bergabung.

Endar mengatakan, Pasar Pon ramai pengunjung karena koleksi hewan jualan lengkap. Selain burung, pedagang memang menyediakan aneka hewan lainnya, seperti reptil. “Banyak yang tadinya mau membeli hewan lain, jadi tertarik membeli burung setelah melihat banyaknya burung di sini,” ujarnya.

Endar menjual puluhan jenis burung yang dibanderol seharga Rp 100.000-Rp 1 juta. Endar mengantongi omzet Rp 8 juta per bulan. Berbeda dengan pedagang lain yang menjual burung kicau, Septri Prima fokus berjualan burung merpati.

Ia menghargai burung merpatinya mulai Rp 40.000 - Rp 2 juta per pasang. Selain merpati hiasan, ia juga menyediakan burung merpati untuk lomba.        

(Bersambung)

Editor: Havid Vebri
Sumber: Kontan 4/2/2013
Telah dibaca sebanyak 6068 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..