kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.340
  • LQ451.101,79   1,60   0.15%
  • SUN105,56 -0,84%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Berkah melimpah dari kacamata limbah kayu

Rabu, 08 November 2017 / 11:15 WIB

Berkah melimpah dari kacamata limbah kayu

KONTAN.CO.ID - Limbah industri mebel berupa potongan kayu biasanya berakhir ditempat sampah atau habis dibakar. Tapi, ditangan dingin Yogie Irawan Cendana, limbah kayu ini bisa disulap mencai bingkai kacamata unik. Mereknya East Wood.

Yogie merintis usaha funcraft ini sejak 2013 lalu di Solo, Jawa Tengah. Potensi market yang besar mengundang keseriusannya menekuni bisnis ini. "Konsumen mancanegara itu suka dengan produk kreatif, lagipula kita tidak mungkin bisa mengimpor produk teknologi, kan," cetusnya.  

Bali dia pilih sebagai kota peluncuran pertamanya, karena mengincar konsumen internasional. Kacamatanya pun berhasil menyedot perhatian dan pesanan pun membanjir. Bahkan, produknya bertengger di salah satu galeri di Prancis. Selain itu, dia juga mendapatkan buyer dari Spanyol, Australia dan Inggris. Begitu pula di pasar lokal, Meski lewat penjualan daring, produknya sudah dikirim dari Aceh hingga ke Papua.  

Setelah empat tahun berlalu, Yogie menambah  produknya yakni jam tangan kayu dan sepatu dari serat kayu. Jika harga kacama Rp 500.000-Rp 850.000, jam tangan dia jual mulai Rp 850.000-Rp 1 juta. Sementara, sepatu kulit Rp 500.000-Rp 700.000 per pasang.  

Total kapasitas produksinya 300 unit kacamata per bulan. Sedangkan untuk jam tangan dan sepatu jumlahnya masih terbatas karena masih dalam tahap percobaan. "Saya belum menentukan  jumlah produksi jam tangan. Yang pasti, setiap hari kami membuat dua unit jam," tambahnya.

Untuk tahap produksi, dia dibantu oleh tujuh orang karyawan. Saat pesanan membanjir, anak bungsu dari tiga bersaudara ini akan mempekerjakan peg tambahan hingga 15 orang.

Untuk pekerja, dia banyak mengajak para anak muda yang putus sekolah untuk bergabung. Terutama mereka yang ada disekitar lokasi workshop yang berada di Palur, Solo, Jawa Tengah.

Menggunakan bahan baku dari limbah kayu, dia menjalin kerjasama dengan empat pemain industri mebel yang ada di Solo. Dalam sekali belanja, dia dapat menyetok bahan untuk enam bulan masa produksi.  


Reporter Tri Sulistiowati
Editor : Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Berita terbaru Peluang Usaha

MARKET
IHSG
9,63
6.500,53
0.15%
 
US/IDR
13.334
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy