kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Berkah merekah berkat penjualan sajadah


Kamis, 09 Februari 2012 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Promo HokBen hari ini 19 Februari 2021 menawarkan beragam menu Super Bowl dengan kisaran harga Rp 35.000-Rp 40.000. Dok: Instagram HokBen


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Tri Adi

Bisnis sajadah masih menjanjikan. Permintaannya tetap tinggi karena ceruk pasarnya masih lebar. Bukan hanya mengincar segmen dewasa saja, penjual sajadah juga membidik pasar sajadah untuk anak-anak.

Peluang usaha pembuatan sajadah tak pernah sepi permintaan. Maklum, mayoritas warga kita beragama Islam, sehingga alas untuk sembahyang ini terus dicari pembeli.

Berkah dari usaha pembuatan sajadah ini direguk Kuncoro Rambat Subagio, pemilik Citra Purbayan Indah di Sukoharjo, Jawa Tengah. Kuncoro hanya menjual sajadah khusus untuk anak-anak.

Ia bilang, penjualan sajadah anak saat ini sedang meningkat. Motif sajadah anak-anak yang unik, lucu dan berwarna-warni, membuat sajadah anak ini laris manis. "Saya memiliki 70 jenis desain dengan motif unik," katanya.

Kuncoro menggabungkan warna terang seperti merah, kuning, biru, hijau dengan motif kubah masjid, dihiasi motif-motif lucu seperti motif sapi, mobil, kupu-kupu, ikan, pesawat, lebah, hello kitty. Sajadah anak itu dibuat dengan ukuran 48 sentimeter (cm) x 88 cm.

Kuncoro membanderol produk sajadahnya Rp 75.000 per potong. Namun bila pelanggan memesan 5-11 potong, harganya bisa Rp 65.000 per potong dan jika memesan 6-12 potong, pembeli bisa mendapatkan harga Rp 55.000 per potong.

Dengan harga yang relatif terjangkau itu, Kuncoro kebanjiran pesanan. Kebanyakan pesanan datang dari para pedagang. Antara lain dari Jakarta, Kalimantan, bahkan ada juga pembeli dari Malaysia dan Singapura. "Membeludaknya pesanan itu karena saya memakai sistem online dalam memasarkan produk," tuturnya.

Agar pelanggannya semakin lengket, Kuncoro membebaskan biaya pengiriman jika pelanggan membeli lebih dari 12 potong. Dalam sebulan, Kuncoro bisa mengantongi omzet Rp 100 juta dari penjualan sajadah anak ini. Laba bersihnya sekitar 25%.

Bila Kuncoro menyasar pasar anak-anak, lain lagi dengan Budi Prasetya, pemilik usaha Sajadah Suku Walas di Pasar Minggu, Jakarta. Budi memilih tetap menjual sajadah untuk orang dewasa. Ia mengaku, permintaan sajadah dewasa juga tergolong tinggi. "Padahal saya baru jualan enam bulan lalu, tetapi pesanan sudah banyak," ujar dia.

Harga produknya berkisar Rp 20.000 sampai Rp 45.000 per potong. Harga ini relatif murah karena sajadahnya dibuat sendiri. Para pembeli sajadah buatan Budi kebanyakan datang dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan. "Pelanggan saya seimbang, ada yang untuk dipakai sendiri, ada juga yang pedagang," imbuhnya.

Budi menambahkan bisnis sajadah tidak akan pernah surut permintaannya. Ia mengaku omzet bulanan masih belum terlalu besar. "Omzet saya Rp 10 juta per bulan," kata dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×