: WIB    —   
indikator  I  

Berkat ban bekas, Sindhu jadi buruan pembeli

Berkat ban bekas, Sindhu jadi buruan pembeli

KONTAN.CO.ID - Jeli melihat pasar produk upcycle mengantarkan Sindhu Prasastyo menggapai sukses. Usahanya bermula dari kepedulian terhadap lingkungan serta pengalaman mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. 

Setelah melewati proses riset serta trial and error, pada 2010 lalu, Sindhu mendirikan Sapu di Salatiga, Jawa Tengah. Sebelumnya, dia bergabung dengan komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) sejak 2006 silam. Kegiatannya fokus pada konservasi air di Salatiga, Jawa Tengah serta program penanaman pohon. 
 
Sudah 18 tahun eksis, kini produknya makin banyak diburu konsumen dalam dan luar negeri. Selain Jakarta, Yogya dan Bali, produknya kerab mewarnai pasar Eropa, Amerika dan Australia.  
 
Dia juga terus mengembangkan produknya, mulai dari aksesoris, anting, kalung hingga tas. Total sudah ada 60 desain produk Sapu. 
Tiap bulan total produksinya mencapai 1.000 sampai 15.000 unit. Produk Sapu dihargai mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 750.000 per unit. Sindhu membuat harga berbeda untuk pasar dalam dan luar negeri. Saat barangnya masuk pasar internasional, harga jual untuk end user dipatok tiga kali lipat lebih mahal. 
 
Saat memasuki musim liburan internasional yaitu periode Januari-Mei, permintaan bakal meningkat. Alhasil, dia harus menggenjot jumlah produksinya. Rata-rata dalam sebulan total penjualannya dapat mencapai ratusan juta rupiah.
 
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Sindhu menjalin kerjasama dengan pemasok ban bekas. Namun, tak hanya ban bekas, Sindhu juga terus mengembangkan bahan bakunya, seperti  tenda tentara bekas karena kualitas kainnya bagus dan kuat. Selain itu, dia juga menyulap VCD  board ponsel  menjadi cincin dan lainnya. 
 
Untuk promosi produk, dia lebih banyak menggunakan ajang pameran. Pasalnya, acara tersebut dapat menjadi tempat bertemu dengan buyer internasional serta mendekatkan secara langsung produk kepada konsumen. Namun, dia juga tetap memakai media sosial seperti Instagram dan website untuk menjangkau pasar yang lebih luas.                    
Reporter Tri Sulistiowati
Editor Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Feedback   ↑ x