PELUANG USAHA
Berita
Bisnis minuman segar ala Quick Bubble

TAWARAN KEMITRAAN

Bisnis minuman segar ala Quick Bubble


Telah dibaca sebanyak 2350 kali

JAKARTA. Minuman bola-bola jeli atau yang lebih dikenal dengan sebutan bubble drink masih banyak dilirik sebagai peluang bisnis. Salah satunya Abdul Mukti yang mengusung brand Quick Buuble di Cibubur, Jakarta Timur. Berdiri sejak bulan Agustus dua tahun lalu, Mukti langsung menawarkan kemitraan usaha.  

Saat ini, Quick Buuble sudah memiliki 23 gerai mitra yang tersebar di daerah Jabodetabek. Ia menawarkan paket investasi sebesar Rp 3,2 juta. Mitra akan mendapat fasilitas berupa satu unit booth, stiker, mesin cup sealer, plastik press, blender, dua stoples bubble, 15 stoples kotak dan X banner.

Selain itu, ada juga bahan baku serta panduan cara pembuatan bubble. Dalam kerjasama ini, mitra dibolehkan memakai merek sendiri. "Memakai branding dari kami juga silahkan," ujar Mukti.

Dengan harga jual Rp 4.000 per cup, mitra ditargetkan bisa meraup omzet sebesar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan. Dengan laba bersih Rp 1 juta per bulan, mitra bisa balik modal dalam waktu tiga sampai empat bulan.

Ia mengklaim, kerjasama ini menguntungkan karena ia tidak memungut biaya royalti kepada mitra. "Jadi 100% menjadi keuntungan mitra.," ujarnya.

Menurutnya, prospek bisnis ini masih menjanjikan karena minuman bubble banyak digemari anak-anak hingga remaja. Ia mengaku, saat ini sudah 10 calon mitra baru yang akan bergabung dengannya.

Telah dibaca sebanyak 2350 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..