PELUANG USAHA
Berita
Bisnis terapi anak berkebutuhan khusus kian mengembang

PELUANG BISNIS KLINIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Bisnis terapi anak berkebutuhan khusus kian mengembang


Telah dibaca sebanyak 4373 kali
Bisnis terapi anak berkebutuhan khusus kian mengembang

Banyak orang tua yang kesulitan menangani perkembangan anak berkebutuhan khusus. Ini jadi latar belakang usaha klinik tumbuh kembang anak di wilayah perkotaan tumbuh subur. Dengan modal yang tak terlalu besar, usaha ini mendatangkan keuntungan menggiurkan setiap bulannya.

Dalam usahanya, klinik tumbuh kembang anak menawarkan beberapa terapi sesuai dengan gangguan yang dialami sang anak. Happy Kids Therapy, misalnya, klinik yang beroperasi sejak 2008 lalu di wilayah Cipondoh, Tangerang.

Silvia Yuliana, pemilik Happy Kids Therapy, mengatakan, kliniknya memberikan pelayanan terapi untuk usia lima bulan sampai 15 tahun yang datang dengan pelbagai keluhan. Permasalahan anak yang kerap muncul adalah, gangguan fisik, seperti terlambat duduk, jalan, dan bicara. Atau, gangguan secara saraf, semisal Cerebral palsy atau lumpuh otak, autis, dan hiperaktif.

Biasanya, program terapi ini berlangsung satu hingga tiga bulan dengan frekuensi kedatangan dua hingga tiga kali tiap minggu. "Waktu terapi disesuaikan dengan tingkat gangguan. Semakin berat kasusnya, maka waktu terapi akan semakin panjang," ucap Silvia.

Selain itu, faktor usia juga turut menentukan proses penyembuhan. Kian dewasa, proses kesembuhannya mungkin akan kian lambat.

Dalam sebulan, Silvia bisa menampung sekitar 30 anak dengan beragam kasus. Biaya terapi di klinik ini berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1,2 juta per bulan. Alhasil, omzet Happy Kids Therapy bisa mencapai Rp 17 juta.

Sejauh ini, Silvia melihat prospek usaha itu cukup menjanjikan. Tapi, ingat, persaingan juga kian sengit. Ia pun memberi contoh, di wilayah Tangerang saja, terdapat enam usaha sejenis. Mereka ada yang dioperasikan oleh kalangan medis maupun nonmedis.

Belum lagi, beberapa rumah sakit yang juga menyediakan layanan serupa. Meski begitu, ia tetap optimistis, kebutuhan terapi ini makin meningkat.

Iramaswaty Kamarul, pemilik Klinik Pela 9, pun melihat peningkatan yang cukup signifikan di klinik tumbuh kembang anak. Soalnya, "Saat ini, orang tua makin menyadari akan pentingnya terapi bagi anak mereka yang punya kebutuhan khusus," ujarnya.

Tak heran, total kunjungan dari ketiga cabang Klinik Pela 9 berkisar 3.000 hingga 4.000 kunjungan sebulan. Berbeda dengan Happy Kids Therapy, Pela 9 menetapkan tarif per kunjungan.

Klinik yang beroperasi sejak 2008 ini mematok biaya Rp 80.000-Rp 150.000 tiap kunjungan. "Besarnya biaya tergantung tingkat keparahan dan kebutuhan pasien berdasarkan hasil diagnosa," ungkap Iramaswaty.

Di kliniknya, Iramaswati menawarkan terapi untuk keterlambatan tumbuh kembang, seperti gangguan motorik, bicara, dan perilaku, termasuk autisme.

Tapi, Iramaswati tak gentar menghadapi persaingan yang semakin ketat. Pasalnya, ia mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Apalagi, kliniknya tidak hanya memiliki tenaga dokter dan terapis, tapi juga fasilitas terapi yang memadai.

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 4373 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..