kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.603
  • EMAS590.870 -0,68%

Booming kopi membawa nama Uncle John melambung

Kamis, 03 Mei 2018 / 22:00 WIB

Booming kopi membawa nama Uncle John melambung
ILUSTRASI. Johny Rahardi, pencipta mesin pemanggang biji kopi Uncle John

KONTAN.CO.ID - Kopi telah menjadi candu. Frasa ini cocok menggambarkan perjalanan Johny Rahardi membesut Uncle John, perusahaan pembuat mesin penggoreng biji kopi atau coffee roaster.

Bergabung di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kopi, Johny pun punya segudang ilmu dan pengetahuan tentang kopi. Jeli melihat tren pasar, lantas terlintas ide untuk menciptakan mesin coffee roaster.

Pada 1994, Johny membuat coffee roaster pertama. Mesin ini rupanya memikat banyak pemilik usaha kopi skala kecil hingga menengah.

Booming kopi luwak dan kopi spesialito pun mendorong Johny mencipta coffee roaster dengan kualitas lebih tinggi. Asal tahu saja, mesin penggoreng kopi ini merupakan produk custom.  

Tak hanya membuat alat penggoreng biji kopi berukuran mini, pria 61 tahun ini juga memproduksi mesin dengan kapasitas besar atau 300 kg. Johny pun yakin mampu membuat mesin yang lebih besar lagi.

Fokus, kreatif dan bekerja  menjadi kunci keberhasilannya. Konsumennya pun meluas hingga Amerika, Jerman dan Malaysia.  

Untuk memproduksi satu unit mesin, Johny butuh waktu dua sampai tiga bulan.  Dia mengaku dalam sebulan produksinya tidak lebih dari 20 unit.

Ada 11 karyawan yang membantunya dalam produksi. Saat ini, Johny sudah membuka dua workshop, yakni di Duri Kepa, Jakarta Barat dan Parung, Jawa Barat.

Lantaran model mesin custom, harga jual mesin kopi ini berbeda-beda. Namun, sekedar contoh, untuk satu unit coffee roaster kecil ukuran 3 kg diberi harga Rp 75 juta.

Coffee roaster yang dibuatnya memang terlihat sederhana, tapi bahan bakunya benar-benar pilihan. Beberapa bahan dia datangkan langsung dari luar negeri. Alasannya, tidak diproduksi di dalam negeri atau kualitas yang kurang pas.

Namun, Johny enggan menggunakan bahan baku produksi China. Penyebabnya. dia tidak benar-benar mengetahui kualitas dari bahan tersebut. "Saya lebih memilih barang produksi Taiwan yang memang lebih berkarakter dan sudah bisa dijamin dan diukur kualitasnya," jelasnya.    


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0746 || diagnostic_web = 0.2814

Close [X]
×