PELUANG USAHA
Berita
Budidaya Bawang Lanang: Permintaan tinggi (1)

BUDIDAYA BAWANG LANANG

Budidaya Bawang Lanang: Permintaan tinggi (1)


Telah dibaca sebanyak 3782 kali
Budidaya Bawang Lanang: Permintaan tinggi (1)

Bawang putih tunggal atau terkenal dengan sebutan bawang lanang cukup populer di masyarakat. Bawang jenis ini diyakini mengandung pelbagai zat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Khasiatnya bisa menyembuhkan pelbagai penyakit, seperti hipertensi, stroke, kolesterol, diabetes, dan mencegah kanker. Lantaran banyak dicari untuk pengobatan, bawang lanang ada yang sudah diolah menjadi bentuk kapsul.

Selain khasiatnya lebih hebat dari bawang biasa, bentuk bawang lanang juga berbeda. Sesuai namanya, daging bawang ini tunggal tanpa kubu layaknya bawang pada umumnya.

Harga bawang lanang juga jauh lebih mahal ketimbang bawang biasa. Harga jualnya bisa mencapai Rp 80.000 per kilogram (kg). Karena kelebihannya itu, banyak orang tertarik membudidayakan bawang ini.

Salah satunya adalah Onny Hendrawan di Pasuruan, Jawa Timur. Onny membudidayakan bawang lanang di lahan seluas satu hektare (ha). Produk bawang lanangnya dia pasarkan secara online melalui intenet.

Jika permintaan sedang tinggi, Onny juga menampung bawang lanang dari petani lain. Dalam sebulan, ia menjual rata-rata 60 kg bawang lanang.

Sebagian besar pembelinya berasal dari Pulau Jawa. Kebanyakan dari mereka merupakan pedagang yang akan menjual lagi bawang itu alias reseller.
Tapi, ada juga yang membeli untuk langsung dikonsumsi. "Saya menjual dengan harga Rp 80.000 per kg," ujar Onny.

Cuma, sebagian besar pelanggannya lebih suka membeli bawang lanang dalam kemasan 50 gram. Per kemasan dia jual seharga Rp 5.000. "Saya juga mencantumkan nomor kontak saya di situ agar mereka bisa mengontak saya jika ingin pesan lagi," katanya.

Dari usahanya ini, Onny bisa meraup omzet rata-rata Rp 10 juta per bulan. Menurut Onny, bawang putih tunggal termasuk langka di pasaran. "Tidak semua pasar tradisional menjual bawang putih tunggal," paparnya.      

(Bersambung)

Editor: Havid Vebri
Sumber: Kontan 10/10/2012
Telah dibaca sebanyak 3782 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..