PELUANG USAHA
Berita
Celah bisnis sop buah

TAWARAN KEMITRAAN

Celah bisnis sop buah


Telah dibaca sebanyak 3310 kali

Saat cuaca panas seperti sekarang, semangkuk sop buah bisa menjadi pelepas dahaga yang nikmat. Tak heran, bila minuman ini cukup laris di pasaran. Muammar Qadafi, pemilik Sop Buah Quldi di Jakarta memanfaatkan peluang itu.

Guna membesarkan usahanya, Qadafi menawarkan kemitraan sejak enam bulan silam. Usahanya sendiri berdiri empat bulan sebelumnya. "Tadinya, kami hanya menjual sop buah secara online atau pesanan antar di Jakarta, tapi karena tingginya permintaan akhirnya kami buka kemitraan," kata Qadafi.

Ternyata, pilihan untuk membuka kemitraan tidak keliru. Hanya dalam enam bulan, gerainya kini sudah berjumlah 14 gerai. Gerai milik sendiri hanya satu dan selebihnya milik mitra. "Selain Jakarta, cabang kami juga ada di Madiun, Samarinda, Balikpapan, dan Banjarmasin," jelasnya.

Qadafi mengklaim, kelebihan sop buahnya terletak pada pilihan racikan buahnya. Menurut dia, Sop Buah Quldi tidak menggunakan buah seperti apel, anggur, ataupun buah yang kerap digunakan sop buah lainnya.

Sebagai pengganti, ia memakai buah alpukat, kurma, dan kismis. "Adapun air yang digunakan adalah air zamzam sehingga menggoda banyak pelanggan," ujar dia.

Qadafi juga bilang, tampilan sop buahnya menyerupai es teler, sehingga menambah selera orang untuk mencicipinya. Sop buah ini dibanderol Rp 7.000 untuk wilayah Jawa dan Rp 9.000 untuk wilayah Kalimantan. Dalam sehari, kata Qadafi, mitra bisa menjual sekitar 100 cup. "Terlebih dibulan puasa ini bisa dua kali lipat," tandasnya.

Ia mengaku, permohonan untuk menjadi mitra usahanya itu terus berdatangan. Bulan puasa ini, ia akan membuka dua atau tiga cabang baru. "Kami kewalahan dan tak bisa memenuhi harapan calon mitra yang ingin cepat membuka gerai sebelum bulan puasa,' tuturnya.

Sop Buah Quldi menawarkan dua paket investasi. Yakni, paket booth small yang dibanderol Rp 10,7 juta dan paket booth large senilai Rp 14,7 juta. Ia bilang, di hari biasa omzet mitra bisa mencapai Rp 700.000 per hari. Dengan laba sekitar 50%, mitra bisa balik modal dalam waktu dua bulan. "Memasuki bulan puasa kami yakin omzet lebih dari itu dan balik modal bisa diraih lebih cepat," katanya.

Editor: Havid Vebri
Telah dibaca sebanyak 3310 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..