: WIB    —   
indikator  I  

Cuan gurih dari Sushi Snack Time

Cuan gurih dari Sushi Snack Time

KONTAN.CO.ID - Geliat bisnis kuliner khas negeri Sakura makin menjamur hingga kini. Lantaran banyak kalangan yang menyukai makanan Jepang tersebut. Kondisi ini  Stevie Klause manfaatkan dengan membuka kemitraan Sushi Snack Time.

Berdiri tahun 2015, Sushi Snack Time memutuskan menawarkan kemitraan usaha baru-baru ini, yakni di awal Oktober 2017. Karena baru membuka tawaran kemitraan, Sushi Snack Time belum memiliki gerai mitra. Hanya ada satu gerai pusat di daerah Taman Ratu, Jakarta Barat. "Kami memulai usaha dari bazar ke bazar sejak tahun 2009," ucap Stevie.
 
Adapun paket kemitraan yang ditawarkan ada dua. Yakni paket express sebesar Rp 50 juta dan paket ruko seharga Rp 200 juta. 
 
Dengan modal tersebut, mitra akan mendapat fasilitas kerjasama brand selama dua tahun, peralatan masak lengkap, perlengkapan dapur, kemasan, promosi, pelatihan karyawan dan bahan baku awal untuk satu bulan pertama. Biasanya paket express berada di foodcourt dan paket ruko ada 10 set meja dan kursi.
 
Untuk menu, Stevie menawarkan dengan harga Rp 20.000 sampai Rp 50.000. Varian menunya ada chrunchy roll, kenkoshi roll, kanimayo tobiko, tamago sushi, pioneer of crispy roll. Menu lainnya ada ramen, beef yakiniku rice, chicken katsu curry rice, chicken karaage mozarella, ebi katsu mozarella, salmon rice bowl dengan harga Rp 45.000-
Rp 70.000 per porsi. 
 
Ia bilang untuk menu paket express akan difokuskan pada sushi dan beberapa menu rice bowl. Sedangkan menu di paket ruko relatif lebih banyak. "Paket express saya pilih menu yang paling diminati oleh konsumen," tutur Stevie.
 
Ia mengaku, dalam sebulan gerai Sushi Snack Time dapat mengantongi omzet sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta. Laba bersih sekitar 30%-40%. Berarti, calon mitra bisa balik modal kurang dari setahun. 
 
Mitra sendiri diwajibkan membeli pasokan bahan baku ke pusat, terutama bumbu. Sedangkan bahan lain seperti beras Jepang dan daging bakal ia kenalkan ke pemasok langganan.
 
Setelah tahun ketiga, ada biaya perpanjangan kerjasama sebesar Rp 10 juta per tahun. Namun, mitra dibebaskan dari biaya royalti per bulan.
 
Untuk tahun ini Stevie menargetkan bisa menjaring dua mitra. Tahun depan baru bisa lima mitra.
 
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia, Levita Supit menasihati, untuk bisa balik modal perlu lokasi usaha yang strategis, serta alur sistem usaha yang tertib dan teratur.


Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

0

Feedback   ↑ x
Close [X]