kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Dattabot fokus olah data agrikultur

Sabtu, 21 April 2018 / 08:20 WIB

Dattabot fokus olah data agrikultur



KONTAN.CO.ID - Kehadiran data menjadi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Terlebih, di era serba teknologi informasi ini. Pengelolaan data dengan bijak pun dapat membuahkan keputusan yang tepat bagi perkembangan perusahaan.

Tak heran, jasa analisis data kian menjamur. Apalagi,  kehadiran internet mempermudah akumulasi data yang setiap saat bisa saja berubah. Selanjutnya, data diolah menjadi sebuah informasi yang berguna bagi pengembangan bisnis.

Hal inilah yang dilakukan oleh Imron Zuhri, Regi Wahyu, dan Tom Malik mengusung Dattabot sejak 2015. Mereka membesut usaha analisis data dengan misi awal terbentukya transparansi terhadap data-data di Indonesia. "Meski penetrasi internet sudah besar hingga lebih dari 60% di Indonesia, sayang, banyak sekali data, dokumen, dan informasi, masih dalam berbasis kertas seperti KTP dan akta kelahiran," ujar Regi selaku CEO Dattabot kepada KONTAN di Jakarta.

Pemberinaan nama Dattabot memiliki makna tersendiri bagi perusahaan ini. Terdiri dari tiga elemen, yaitu Data, Bot dan huruf 'T' dalam penulisan Datta. Data menggambarkan bisnisnya sebagai perusahaan data analytics. Bot yang merupakan kependekan robot, yang menggambarkan kemampuan artificial intelligence (AI) untuk secara otomatis mengolah data. "Lalu, penulisan Datta dengan dobel 'T' melambangkan tiga founding partner kami, karena Datta dalam mitologi Hindu adalah inkarnasi dari tiga dewa utama (Brahma, Wisnu, dan Shiva),” jelas Regi.

Regi menyayangkan banyak data personal yang sensitif dan strategis, masih berformat kertas atau non digital. Hal inilah yang dianggap sebagai pekerjaan rumah bagi Dattabot, yakni bagaimana membawa offline world menuju online world.

Selanjutnya, melalui data yang sudah diolah,diharapkan bisa memberi solusi.  "Seperti sekarang kami fokus ke agrikultural di Indonesia, karena hampir semua bahan makanan padi, jagung, kedelai hampir semuanya diimpor. Harus ada asimetris informasi bagaimana kami bisa mendapatkan data-data granular dari setiap petak sawah di Indonesia dan bisa dikumpulkan secara otomatis dengan teknologi," jelas Regi.

Melalui data tersebut, nanti bisa diketahui jumlah suplai yang ada di daerah tersebut.  Lalu, data tentang waktu penanaman, panen, jenis bibit yang dipakai, pupuk, keadaan tanah dan kondisi udara di daerah tersebut.

Data-data tersebut, nanti juga bisa digunakan oleh para pedagang dan juga para institusi keuangan untuk memberikan modal kerja bagi para petani. Selain itu, juga bisa digunakan oleh perusahaan pupuk, pestisida dan herbisida. "Karena data soal ini belum ada, maka kami fokus ke sini," ujar Regi.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Johana K.

0

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0646 || diagnostic_web = 0.2914

×