| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.502
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

David sukses menjadi pelopor industri game lokal

Minggu, 21 Oktober 2012 / 20:15 WIB

David sukses menjadi pelopor industri game lokal

David Setiabudi termasuk salah seorang pelopor industri gim (game) lokal. Ia terjun ke usaha ini sejak tahun 2003 dengan mengusung brand Divinekids.

Sejak masih sekolah menengah atas (SMA), David sudah hobi bermain game. Hobi itu pula yang mendorongnya terjun ke usaha pembuatan game ini. Awal menajdi produsen game, ia tidak langsung berorientasi laba.

Pria 36 tahun ini mengaku, niat awalnya membuat piranti lunak game untuk alasan sosial. Makanya, di awal-awal menjadi produsen game, ia menggratiskan semua orang yang ingin mengunduh game buatannya di internet.

Game buatannya itu ditaruh di website miliknya. Lantaran banyak pengunjung, banyak orang tertarik untuk memasang iklan di website milik alumnus Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanegara itu. Maka, David pun mendapatkan sedikit pemasukan.

Lambat-laun ia pun mulai membisniskan permainan yang diproduksinya. Sejak dua atau tiga tahun lalu ia kerap mendapat order dari sejumlah perusahaan yang ingin menggunakan game buatannya sebagai sarana promosi dan lain-lain.

Satu proyek pembuatan game dia pasangi tarif Rp 15 juta. Dalam sebulan, ia bisa mendapat beberapa kali proyek. Sayang, David ogah menyebut omzet pasti dari usahanya. Ia mengaku, kerap mendapat order dari perusahaan asing, seperti dari Korea dan Taiwan.

Namun, seringkali, setelah sebuah proyek game selesai dikerjakan, perusahaan pemesan tidak memakai namanya sebagai pencipta game tersebut. Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum, orang luar negeri tidak mengakui nama orang Indonesia.

Alhasil, game yang dipesan dibeli secara putus. Dengan cara itu, setelah membayar mereka tidak menggunakan nama penciptanya lagi. Selain di luar negeri, ia juga melayani pesanan di dalam negeri.

Menurut David, permintaan gim di dalam negeri terus meningkat sekarang ini. Makanya, kini ia lebih fokus melayani pesanan dari dalam negeri. "Sekarang saya banyak mengerjakan proyek pembuatan game di dalam negeri," katanya.     

Menurut David, proses pembuatan game tidaklah gampang. Membuat game harus melibatkan kreativitas dan daya pikir yang kuat. "Membuat game itu sama seperti kita menjual pikiran, bagaimana agar sebuah game bisa menarik," ujarnya.

Bagi David, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah game: yakni membuat program dan membuat grafik. Dua hal ini tidak mudah dikerjakan.


Reporter: Noverius Laoli
Editor: Havid Vebri

INSPIRASI DAVID SETIABUDI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0457 || diagnostic_web = 0.2537

Close [X]
×