: WIB    —   
indikator  I  

Delima kian jaya di generasi kedua

Delima kian jaya di generasi kedua

Mematahkan Cap Bau Kencur

Mengelola perusahaan yang sudah berumur 40 tahun memang tidak mudah. Apalagi, bagi Winston Wiyanta yang umurnya jauh lebih muda satu dekade dari umur perusahaan. Wajar saja kadang ia dianggap anak bau kencur.

Problem ini sempat dialami Winston tatkala membenahi Delimajaya yang didirikan ayahnya. Ia berhadapan dengan para karyawan dan manajer yang sudah senior, lebih lama bekerja bahkan mungkin sudah bekerja sebelum ia lahir.

Namun Winston tetap pada keyakinannya, jika ingin maju, regenerasi harus berjalan. Maka, setelah resmi mengambil alih tampuk pimpinan Delimajaya, Winston mendorong orang-anak-anak muda mengambil peran. Ia mengombinasikan anak muda yang energik dengan karyawan senior. Namun, tak jarang karyawan lama yang lebih senior berusaha menghambat karyawan baru dalam pekerjaan. Bisa karena berbagai alasan, seperti takut tergusur.

Nah, untuk mengurangi konflik semacam itu, Winston menempatkan orang-orang baru yang  lebih muda membaur di departemen yang sama dengan seniornya. Tetapi, mereka mendapat job desk yang berbeda supaya tidak ada gesekan. Dengan cara ini, karyawan baru tidak akan berada di bawah para seniornya yang sudah tak lagi produktif.

Sejak tahun 2009, ia juga menerapkan sistem reward and punishment yang adil dan konsisten. Untuk itu, Winston juga membenahi penghitungan sistem bonus dan insentif. 

Dia mengklaim telah membuat sistem yang lebih sederhana, lebih jelas, transparan, dan achievable.
Winston tahu betul, kesuksesan sebuah perusahaan sangat tergantung kepada dukungan karyawannya. Karena itulah, baginya, karyawan merupakan aset yang berharga.


Reporter Agung Jatmiko
Editor Bagus Marsudi

0

Feedback   ↑ x
Close [X]