: WIB    —   
indikator  I  

Dengan kolaste Fatchurohman ingin mendunia (3)

Dengan kolaste Fatchurohman ingin mendunia (3)

Sejak 2001, Fatchurohman memproduksi kolase tenun lawas (kolaste) dan memasarkannya lewat berbagai pameran. Karya kolaste itu dia jual Rp 25 juta-Rp 80 juta. Nilai jual tinggi ini lantaran proses pembuatannya butuh waktu lama.  

Fatchurohman memproduksi kolaste di Bandung, di sebuah studio kecil dengan 10 orang karyawan. Sementara itu, mitra tenunnya terdiri dari perajin yang memakai  alat tenun bukan mesin.

Bahan baku karya kolaste Fatch Craft adalah kain-kain tradisional dan batik lawas. Dia mendapatkan kain ini dari sejumlah pengumpul di pasar-pasar tradisional. Lantas, ia merancang kolaste seperti tema yang diinginkan. “Inspirasi soal tema bisa datang dari kebiasaan masyarakat desa yang saya alami ketika masa kecil di kampung saya,” ujar pria kelahiran Salatiga ini.

Proses produksi kolaste diawali dengan pemilihan kain. Lalu, membuat sketsa komposisi latar dan objek. Selanjutnya kain-kain dikolase dengan komposisi yang harmonis. “Terakhir, proses cutting, pertenunan, dan pemasangan frame,” jelas Fatchurohman. Serangkaian proses ini dapat berlangsung satu hingga tiga bulan, tergantung ukuran.

Sebelum membuat kolaste, Fatchurohman pernah menjadi perajin kertas daur ulang, membuat album foto, produksi box, hingga membuat motif tekstil dan handpront diatas kertas. Semuanya dijalani Fatchurohman bukan tanpa kendala.

“Kadang saya mudah bosan dalam berbagai produk inovasi yang telah saya lakukan selama ini,” tutur Fatchurohman.
Tak ingin kolaste berhenti di tengah jalan, Fatchurohman pun berniat mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

Kedepan, dia ingin karyanya mendapat apresiasi konsumen dari luar negeri. Karena itu, ia terus berupaya untuk memperkuat proses produksi, inovasi tema, strategi marketing dan membangun branding.

Salah satu caranya, dia terus melakukan edukasi produk melalui media sosial. Seperti lewat akun Fatchcraft_indonesia di Instagram. Sebagai langkah pengembangan pasar, Fatchurohman juga gencar menghadiri pameran-pameran di luar negeri.       

(Selesai)


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Feedback   ↑ x
Close [X]