kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Gagal jadi tentara, Yoory Pinontoan sukses di BUMD

Sabtu, 10 Maret 2018 / 19:00 WIB

Gagal jadi tentara, Yoory Pinontoan sukses di BUMD
ILUSTRASI. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Pinontoan



Berhenti kuliah

Niat untuk memperbaiki karier pun dilakukan Yoory dengan memutuskan kuliah sambil bekerja. Dia mengambil kuliah Jurusan Ilmu Administrasi Negara di Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta tahun 1992.

Tak mudah menjalani keseharian bekerja sambil kuliah. Terlebih, jadwal pekerjaan cukup padat sehingga membuatnya benar-benar kewalahan untuk mengikuti jadwal perkuliahan tepat waktu.

Dia bercerita, saat menuju kampus menggunakan bus kota seharusnya berhenti di halte Ratu Plaza. Tapi, ia sering terlewat sampai ke Terminal Blok M. "Hampir saban hari itu terjadi. Makanya, memasuki semester enam, saya putuskan berhenti kuliah," katanya.

Kinerja Yoory sebetulnya cukup baik sebagai staf administrasi di Sarana Jaya. Bahkan, dia memperoleh kepercayaan untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya bukan tugas utamanya. Meski begitu, kebijakan perusahaan sudah bulat, jenjang karier Yoory tak bisa meningkat karena tak masuk kualifikasi pendidikan.

Cuma, bukan Yoory namanya bila menyerah pada keadaan. Dia kembali mengambil pendidikan yang sama di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI tahun 1996. Bernasib sama, ratusan SKS yang diambil selama 12 tahun kuliah di LAN, Yoory tak kunjung lulus. Merasa lelah, dia pun kembali memutuskan untuk berhenti kuliah tahun 2007.

Toh, selama proses perkuliahan berlangsung, Yoory dinilai sebagai salah satu talenta terbaik perusahaan. Pasalnya, ia selalu total dalam bekerja dan selalu cepat belajar ketika mendapatkan pengarahan.

Namun, fokus pada pekerjaan ini rupanya membuat Yoory dianggap tak serius dalam perkuliahan. Sehingga, waktunya terbuang banyak di bangku kuliah.

Kegagalan Yoory dalam pendidikannya terdengar hingga ke telinga direktur utama Sarana Jaya ketika itu. Yoory menyebut sang bos merasa gemas padanya karena diberi kesempatan kuliah tapi tak juga lulus. Walhasil, si bos mengultimatumnya dan memberikan kesempatan sekali lagi untuk kuliah. "Bila gagal lagi, saya dipecat," ungkapnya.

Ancaman sang bos ternyata ampuh. Yoory akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) tahun 2007 dan meraih gelar sarjana tahun 2008 atau rampung hanya dalam 1,5 tahun. Waktu kuliahnya lebih singkat karena 110 SKS perkuliahan sudah dia ambil di kuliah sebelumnya.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Yudho Winarto

CEO

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0507 || diagnostic_web = 0.2467

×