kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Gagal jadi tentara, Yoory Pinontoan sukses di BUMD

Sabtu, 10 Maret 2018 / 19:00 WIB

Gagal jadi tentara, Yoory Pinontoan sukses di BUMD
ILUSTRASI. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Pinontoan

Karier melesat

Tak pelak, kelulusan Yoory disambut baik oleh perusahaan tempatnya bekerja. Soalnya, dia akan dipromosikan jadi manajer di salah satu bidang usaha Sarana Jaya.

Lantaran proses panjangnya dalam berburu gelar sarjana, karier Yoory sempat tersalip beberapa rekan yang secara angkatan kerja dan usia lebih muda darinya. Tapi, "Saya tidak pernah takut untuk terus terpuruk di posisi ini (saat itu) karena ketika kita menyediakan karpet merah untuk teman sendiri, saat itu juga kita disediakan karpet emas oleh Tuhan," katanya.

Makanya, Yoory tak menyerah. Dia memulai lompatan kariernya tahun 2008 dengan ditunjuk menjadi senior manager di Divisi Usaha Sarana Jaya.

Sebelum menembus level manajerial ini, Yoory terlibat dalam berbagai proyek kerjasama Sarana Jaya dengan berbagai pihak terkait bisnis perusahaan dalam menyediakan lahan untuk pembangunan proyek strategis di Jakarta.

Proyek pembangunan pasar tradisional, rumah sakit umum daerah (RSUD), dan rumah susun sederhana milik (Rusunami) di berbagai lokasi di Jakarta pernah berhasil ditanganinya.

Karena itu, soal pengalaman dalam bekerja di Sarana Jaya, Yoory dianggap lebih dari cukup untuk menjadi seorang manajer. Tak heran, jika tahun 2015 ketika dilakukan pergantian direksi, Yoory diangkat menjadi Direktur Pengembangan dan Operasional Sarana Jaya.

Langkah pertama yang dilakukan kala itu adalah mengumpulkan teman-temannya untuk mengubah budaya kerja menjadi lebih dinamis dan modern. Tambah lagi, tahun 2015 menjadi tahun pembenahan BUMD Jakarta yang dilakukan dalam kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

BUMD DKI yang selama ini terlihat kaku dan sulit berkembang didorong untuk lebih dinamis dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Di sinilah tugas Yoory untuk melakukan transformasi perusahaannya.

Setahun menjalankan tugas sebagai Direktur Pengembangan dan Operasional, Yoory dinilai sukses mengubah budaya kerja yang terlihat dari peningkatan pendapatan perusahaan. Kinerja apik Yoory ini ternyata termonitor oleh Gubernur DKI. Pada Agustus 2016, Ahok pun menunjuk Yoory menjadi Direktur Utama Sarana Jaya.

Berada di puncak posisi tertinggi perusahaan membuatnya lebih mudah untuk melakukan transformasi internal secara menyeluruh. Menurutnya, Sarana Jaya mempunyai potensi yang besar serta bisa bersaing dengan perusahaan properti swasta kalau berani keluar dari zona nyaman.

Langkah Yoory pertama, membentuk tiga unit baru untuk mendorong roda bisnis perusahaan. Yaitu, unit perencanaan dan pembangunan, unit layanan pengadaan, dan unit pemasaran dan pengelolaan aset.

Kedua, budaya kerja yang selalu melibatkan pihak ketiga dalam proyek pembangunan, kini secara perlahan mereka mulai untuk mengerjakannya sendiri. Selain itu, posisi perusahaan yang selalu menjadi pihak minoritas dalam suatu kerjasama kini harus jadi mayoritas.

Hal tersebut coba Yoory lakukan pada proyek pembangunan Kelapa Village. Perusahaan pelat merah ini mengambil porsi 75% dan 25% sisanya adalah pemerintah. Nantinya, perusahaan bakal membangun empat tower. Salah satunya untuk program rumah tanpa uang muka atau DP Rp 0.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Yudho Winarto

CEO

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0515 || diagnostic_web = 0.2160

Close [X]
×