| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.416
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Gurih laba jamur masih memikat

Sabtu, 10 Februari 2018 / 12:10 WIB

Gurih laba jamur masih memikat

RumaJamur

Pelaku usaha kemitraan jamur lainnya adalah Rial Aditya yang membuka RumaJamur di Cimahi, Jawa Barat. Berdiri sejak 2011 lalu, Ruma Jamur menawarkan kemitraan pada pertengahan 2016. Saat diulas KONTAN pada September 2016 lalu, RumaJamur sudah membuka tiga gerai di Cimahi dan Bandung.

Saat ini, sudah ada tujuh gerai. Dua gerai di Bandung, dua lainnya di Cimahi. Lalu ada gerai juga di Yogyakarta, Wonosobo dan Depok. "Masing-masing satu gerai,” jelas Adit. Dari ketujuh gerai tersebut, dua diantaranya adalah gerai milik pusat.  

Adit menjelaskan, dirinya juga tengah mempersiapkan gerai di area perkebunan jamur miliknya di Cisarua, Bandung Barat. “Jadi nanti bakal ada lokasi terpusat, mulai dari pembibitan jamur, budidaya sampai kulinernya ada di kebun RumaJamur yang di Cisarua itu,” ujarnya.  

Paket kemitraan yang ditawarkan masih sama, yakni paket Rp 9 juta dan paket Rp 15 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapat fasilitas peralatan usaha berupa booth portable, peralatan masak, perlengkapan usaha dan bahan baku awal. “Untuk paket Rp 9 juta, bahan baku yang didapat 300 porsi dan paket Rp 15 juta dapat bahan baku sekitar 500 porsi,” tutur Adit.

RumaJamur menawarkan beragam menu olahan jamur seperti siomay jamur, katsu jamur, ayam jamur, mie ayam jamur, burger jamur dan sate jamur. Harga menu dibanderol Rp 15.000 per porsi. Perkiraan omzet yang didapat oleh mitra sekitar Rp 4 juta–Rp 6 juta per bulan. Maka mitra diperkirakan bisa balik modal sekitar enam hingga sepuluh bulan. “Tak ada biaya royalti. Mitra harus membeli bahan jadi ke pusat,” kata Adit.   

Ditanya soal kendala selama menjalankan bisnis kemitraan jamur, Adit mengatakan kendala yang dihadapi masih seputar mempersiapkan tenaga kerja. Ia bilang tidak mudah menemukan karyawan seperti yang ada di kedai miliknya.  

Kendala kedua adalah banyaknya permintaan kemitraan yang berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Medan, Bali dan Makassar. Adit merasa terkendala pada pengiriman bahan baku yang sebagian besar berbentuk makanan beku atau frozen food.

Dia pun mendapat solusi yakni membuka Master Franchise di tiap kota. Jadi, mitra Master Franchise tersebut akan mendapat resep produk  namun wajib dirahasiakan. "Sehingga produk kami bisa diolah di tiap kota, tak perlu dikirim dari pusat,” pungkas Adit.


Reporter: Elisabeth Adventa, Jane Aprilyani, Maizal Walfajri, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

REVIEW WARALABA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0588 || diagnostic_web = 0.2851

Close [X]
×