| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.502
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Gurih laba jamur masih memikat

Sabtu, 10 Februari 2018 / 12:10 WIB

Gurih laba jamur masih memikat

Jamur Kriwil Bu Ani

Bersama suaminya, Djamaludin, Anita Carolina merintis bisnis olahan jamur, Jamur Kriwil Bu Ani, sejak 2008. Empat tahun kemudian, mereka  menawarkan kemitraan sejak 2012 lalu.

Tahun lalu, Jamur Kriwil Bu Ani punya 356 mitra yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Yogya, Cirebon, Tegal dan Brebes. Kini, ada 370 gerai. “Namun, tak semua gerai aktif. Ada beberapa yang sementara tutup, sekitar 40% dari total gerai,” terang Djamaludin.

Tingginya tingkat turn over (keluar masuk) karyawan menjadi penyebab utama sejumlah gerai mitra Jamur Kriwil Bu Ani tutup. “Karena rata-rata mereka mengandalkan karyawan,” tutur Djamal.

Ia pun hanya bisa bisa memberikan solusi dengan memberikan pelatihan bagi karyawan baru. Sebab, sebagai pemilik, Djamal punya tanggungjawab untuk mengganti karyawan gerai, jika  Jamur Kriwil Bu Ari yang melakukan rekrutmen.

Masih sama dengan tahun lalu, kini ada dua paket investasi yang ditawarkan, yakni Paket Banner Rp 3,5 juta (tanpa gerobak dan peralatan) dan Paket Lengkap Rp 7,5 juta. Paket Lengkap mendapatkan fasilitas gerobak, peralatan memasak, tabung gas 3 kilogram (kg), pelatihan karyawan dan bahan baku awal selama sebulan.

Harga jual jamur krispi aneka rasa pun masih dibanderol mulai Rp 4.000 – Rp 6.000 per porsi. Varian rasa yang ditawarkan yakni balado, barbeque, pedas, super pedas, jagung bakar, dan original. Tidak ada biaya royalti per bulan. Mitra hanya wajib membeli bahan baku dasar jamur dan tepung ke pusat.

Menurut pengakuan Djamal, gerai mitranya rata-rata bisa menjual 7 kg – 8 kg jamur atau setara 70 porsi – 80 porsi per hari. Rata-rata omzet yang didapat antara Rp 8,4 juta – Rp 12 juta per bulan. Laba bersih yang dikantongi bisa mencapai 40% dari omzet.

“Saat ini yang paling tinggi itu 25 kg per hari di daerah Adiyasa dengan target omzet Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kg," terangnya. Djamal juga menyiapkan 2 ton jamur perhari.

Ia mengaku pasokan bahan baku harian harian aman lantan 70% mitra berada di Jabodetabek. Sedangkan kendala pemenuhan kebutuhan bahan baku di luar Jabodetabek masih menjadi kendala. Apalagi di daerah yang memiliki cuaca yang panas tidak cocok untuk  budidaya jamur. Untuk mencari solusi soal masalah ini, Djamal mendorong petani setempat untuk mengajukan permodalan untuk membudidayakan jamur.

Djamal mengaku tidak terlalu ambisius dalam mengandeng mitra baru di tahun 2018. Namun, sejatinya, ia sedang membidik luar daerah, yakni k Jawa Timur. Djamal bilang, targetnya lebih dari 20 mitra baru. "Rencananya ke Malang nanti bakal buka langsung delapan gerai di Malang," tutup Djamal.                      


Reporter: Elisabeth Adventa, Jane Aprilyani, Maizal Walfajri, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

REVIEW WARALABA

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0432 || diagnostic_web = 0.2764

Close [X]
×