| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ide datang dari antrean potong rambut madura

Jumat, 09 Februari 2018 / 12:59 WIB

Ide datang dari antrean potong rambut madura
ILUSTRASI. Nugroho Wahyu Widarto

 Genjot promosi demi memoles pamor barbershop

Potensi bisnis barbershop memang luar biasa. Maklum, menjaga kerapian rambut kini menjadi salah satu kebutuhan kaum adam. Meski demikian, bukan berarti bisnis ini berjalan mulus tanpa tantangan.  

Menurut Nugroho Wahyu Widarto, setiap fase perjalanan bisnis punya tantangannya masing-masing. "Tantangan itu adalah hal yang mutlak dalam bisnis, tak bisa dihindari dan harus dihadapi serta dijalani," tuturnya bijak.

Awal merintis Grand Macho, pria 50 tahun ini dihadapkan pada persoalan pemasaran. Sebab, saat Grand Macho berdiri tahun 2010, banyak pemain baru bermunculan. Praktis, Nugroho langsung berhadapan dengan pesaing.

Segala upaya dan strategi promosi dia kemas. Mulai dari promosi lewat media cetak, website sampai promosi lewat event tertentu. Nugroho menjelaskan dalam berpromosi, pelaku usaha wajib mengetahui saluran mana yang efektif dan cocok menjadi medianya. "Dalam perjalanan, akhirnya saya tau kalau ternyata di era ini promosi bisnis barbershop lewat koran sudah tidak terlalu efektif. Tidak seperti dulu, ketika koran masih banyak dibaca. Maka dari itu, saya beralih untuk berpromosi lewat laman website dan Facebook," jelas Nugroho.

Ternyata, promosi lewat media internet dinilai Nugroho lebih efektif di zaman sekarang. Biaya promosi yang dikeluarkan lebih murah jika dibanding dengan berpromosi lewat media cetak, apalagi media elektronik.

Menurutnya, semua strategi promosi harus dicoba agar pelaku usaha bisa mengidentifikasi sendiri saluran mana yang efektif.

Tak hanya promosi lewat dunia maya yang menurut Nugroho bisa berjalan efektif. Promosi di sejumlah event tertentu juga dinilai efektif, meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Maklum saja, biaya untuk menyewa stan di sebuah event memang cukup menguras kantong.

Apalagi jika menyelenggarakan event sendiri. "Kalau lewat event itu, kami tidak hanya berpromosi, melainkan  juga bisa menjaring pasar," jelas Nugroho.

Misalnya, Grand Macho pernah mengadakan promo potong rambut. Ternyata setelah itu, lanjut Nugroho, Grand Macho jadi dikenal dan beberapa ada yang datang lagi ke gerai.      


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0440 || diagnostic_web = 0.2095

Close [X]
×