| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.415
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Insinyur yang jatuh cinta pada seni pemasaran

Minggu, 20 Mei 2018 / 12:10 WIB

Insinyur yang jatuh cinta pada seni pemasaran

KONTAN.CO.ID - "Do what you like and like what you do," (lakukan apa yang kamu suka, dan sukai apa yang kamu lakukan)  merupakan kalimat sederhana yang memiliki makna mendalam bagi Riko Abdurrahman dalam menggapai kesuksesan karier.

Bagi Riko, kalimat itu menjadi penyemangat untuk bisa terus berkarya dan berprestasi dimanapun dan dalam pekerjaan apapun. Sebab, sebelum menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia pada Februari 2018, Riko lebih dikenal sebagai seorang ahli konstruksi.

Saat berbincang dengan KONTAN beberapa waktu lalu, Riko mengaku tak menyangka akan memimpin perusahaan multinasional sekaliber Visa. Apalagi, saat kecil dia sudah diarahkan oleh orang tuanya menjadi seorang insinyur sipil dan ahli konstruksi. "Nanti kamu akan membangun bangunan seperti itu. Kelak kamu akan menjadi engineer," ujar Riko menirukan kalimat yang sering diucapkan sang ayah saat ia masih anak-anak.

Riko bercerita, ayahnya tidak pernah putus menyemangati anaknya untuk menjadi seperti yang dia inginkan. Bahkan, setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Riko langsung dikirim meninggalkan Indonesia untuk kuliah di Boston, Amerika Serikat (AS) yakni Worcester Polytechnic Institute pada tahun 1983. Di bangku kuliah, Riko mengambil jurusan teknik sipil.

Namun, tak seperti kampus lainnya di negeri Paman Sam, tempat Riko kuliah, memiliki aturan yang tidak memperbolehkan siswa asing untuk bekerja di luar lingkungan sekolah. Alhasil, Riko pun gagal mengecap pengalaman bekerja di sana untuk mengisi masa libur kuliah.

Tak mau berkecil hati, Riko memanfaatkan liburannya  untuk menyelesaikan seluruh mata kuliahnya saat musim panas. Begitu masuk tingkat tiga, dia ikut dalam program magang kerja yang diadakan kampusnya.

Menjalin kerjasama dengan salah satu universitas di Jerman, Riko mendapatkan kesempatan magang di sebuah perusahaan di Jerman bagian selatan selama enam bulan sebagai asisstant project manager. Di sana, laki-laki berkacamata ini bertugas melakukan supervisi dengan subkontraktor dalam  proyek pembangunan sebuah kluster perumahan.

Dengan ketekunannya, Riko berhasil menyelesaikan pendidikannya. Dia hanya membutuhkan  waktu empat tahun dan lulus tahun 1987.

Tidak terburu-buru mencari pekerjaan, dia memilih meneruskan jenjang pendidikan pascasarjana di Colombia University, New York, AS tahun 1987. Di jenjang tersebut, dia memilih konsentrasi pada bidang Structural Engineering.

Berbeda dari sebelumnya, sambil kuliah Riko bekerja di tempat penyimpanan jaket di kampusnya selama empat jam setiap hari. Setelah jam makan siang, dia kembali ke kelas untuk belajar. Riko mendapatkan gelar masternya hanya dalam waktu satu tahun karena masih terkait dengan bidang teknik sipil yang dipelajari sebelumnya.

Setelah lulus kuliah tahun 1988, Riko tak langsung kembali ke Tanah Air. Dia memutuskan untuk kembali ke Boston dan mencari pengalaman kerja. Dia berhasil diterima bekerja di H. W Lochner, sebuah perusahaan konsultan konstruksi di AS sebagai structure engineer. Proyek yang dipegang Riko pertama kali ketika itu adalah pembangunan jembatan.

Dua tahun bekerja disana, Riko mulai rindu kampung halamannya Jakarta. Makanya pada tahun 1990, dia memutuskan untuk kembali ke tanah air dan mencari pekerjaan di Indonesia.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

CEO

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0091 || diagnostic_api_kanan = 0.1262 || diagnostic_web = 0.8043

Close [X]
×