| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.377
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Investor perlu awasi dana di start up

Senin, 13 November 2017 / 20:50 WIB

Investor perlu awasi dana di start up

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bisnis rintisan berbasis teknologi (start up) tumbuh pesat di Indonesia. Usaha ini pun semakin gemari para investor. Termasuk PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek).

Dalam laporan keuangan per September 2017, Emtek memperbesar porsi saham di Bukalapak dari  49,08% (2016) menjadi 49,21%

Melihat konsistensi Emtek berinvestasi di bisnis rintisan, pengamat teknologi informasi dari Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Heru Sutadi menilai bahwa bisnis start up tengah naik daun walaupun tidak semua start up sudah memiliki laba sehingga para investor merasa perlu melakukan investasi.

"Melakukan investasi di start up merupakan bagian dari portofolio. Sebelumnya perusahaan merasa perlu melakukan investasi di bidang telekomunikasi, perminyakan, atau perkebunan. Hingga start up menjadi pilihan baru," ungkap Heru kepada KONTAN.CO.ID, Senin (13/11).

Selain menambah portofolio, para investor tentunya mengharapkan agar start up yang telah mendapat modal bisa tumbuh besar dan mendatangkan keuntungan.

Dalam melakukan investasi, Heru menyarankan bagi Emtek untuk selektif dalam memberikan dana bagi start up, baik yang baru, menengah, maupun yang sudah besar. "Memang yang paling gampang adalah start up yang lagi moncer atau naik daun, seperti Bukalapak. Walaupun investasinya lebih besar," kata Heru.

Namun Heru juga tetap menyarankan agar memberikan kesempatan bagi start up baru dan menengah yang memiliki potensi yang baik. Sebab kecenderungan pemberi modal lebih memilih start up yang sudah terkenal. Lantaran start up baru dalam waktu tiga tahun pertama akan banyak menghabiskan dana untuk pengembangan dan branding.

Selain itu Heru menyarankan pemberi modal mengawasi dana yang sudah dialirkan kepada bisnis rintisan. Perlu diwaspadai bila telah memberikan modal besar, namun start up tersebut masih merugi.

"Apakah dipakai pribadi? Atau terlalu banyak promo. Apakah sistem pengiriman lebih banyak gratis bagi e-commerce. Hal-hal yang membebani perusahaan harus diawasi. Juga harus ada membesarkan bisnis melalui inovasi setiap tiga hingga enam bulan. Supaya pengguna bertahan," terang Heru.

Sayang, Gilang Iskandar, Sekretaris Perusahaan Emtek enggan berkomentar soal rencana dan aksi perusahaan tersebut. "Untuk hal-hal yang menyangkut rencana kerja dan lain-lain, dapat diakses melalui website Emtek," ungkap Gilang kepada KONTAN, Senin (13/11).


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Markus Sumartomjon

BISNIS START-UP

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0254 || diagnostic_api_kanan = 0.1077 || diagnostic_web = 1.1484

Close [X]
×