: WIB    —   
indikator  I  

Jalan Hadian jadi orang nomor satu di Wika Beton

Jalan Hadian jadi orang nomor satu di Wika Beton

MEMULAI karier dari staf, Hadian Pramudita kemudian didapuk menjadi orang nomer satu di PT Wijaya Karya Beton Tbk. Loyalitas, kerja keras dan pengalamannya selama 30 tahun di bidang konstruksi, menjadi modal utama Hadian untuk memimpin perusahaan pelat merah tersebut. Harapannya perusahaan ini menjadi lebih baik lagi.

HADIAN Pramudita telah jatuh cinta dengan dunia precast beton atau beton pracetak sejak dari bangku kuliah. Oleh karena itu setelah lulus dari perguruan tinggi, lelaki ini ingin membangun karier di perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Salah satu perusahaan yang kemudian menjadi obsesinya adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Wijaya Karya (Wika).

Namun begitu dia mengaku tidak pernah menyangka suatu saat nanti bisa menjadi orang nomor satu di perusahaan yang bergerak di bidang precast beton. Posisinya saat ini adalah buah manis dari perjuangan dan kerja keras selama 30 tahun untuk menempa diri dan menjaga loyalitas pada perusahaan.

Ditemui di kantornya di bilangan Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (7/6), kepada KONTAN, Hadian menceritakan kisah perjalanan kariernya dari awal hingga saat ini. "Saya ini cukup unik," ujar Hadian yang tampak berwibawa dalam balutan pakaian sederhana sambil terkekeh. Lelaki dengan perawakan sedang ini mengaku mengaku perjalanan kariernya cukup unik di perusahaan pelat merah tersebut.

Lulusan sarjana Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada tahun 1986 ini menuturkan, bahwa ia meraih puncak kariernya tepat pada usianya yang ke-56 tahun. Sebab terhitung Maret 2017, pria yang sedikit kaku ini dipercaya menjadi Presiden Direktur Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton).

Posisi baru sebagai nahkoda Wika Beton bukanlah hal mudah. Dengan posisi barunya itu, Hadian bertanggungjawab untuk mempercepat laju perusahaan dan meningkatkan kualitas serta pendapatan perseroan. Dengan modal pengalaman malang melintang di dunia precast, dan pengalaman meniti karier di Wika bahkan jauh sebelum Wika Beton lahir, Hadian optimis dapat mengarahkan perusahaan meraih sejumlah prestasi di bawah kepemimpinannya.

Hadian bercerita, dirinya bercita-cita untuk meniti kariernya di Wika sejak lulus kuliah. Oleh karena itu setelah lulus kuliah, ia langsung mengirimkan lamaran kerja ke Wika. Namun nasib belum berpihak padanya, lamarannya tersebut tak bersambut.

Ia kemudian memutuskan untuk bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang konstruksi di Jakarta. Meskipun sempat patah hati karena lamaran kerjanya ditolak, tapi semangat dan mimpi Hadian bekerja di Wika tak pernah padam. Karena itu tak berselang lama, ia kembali mengirimkan lamaran kedua ke perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.

Ternyata nasib baik berpihak padanya. "Setelah mengirimkan lamaran kedua, baru saya mendapat respon," ujarnya dengan mata berbinar dan senang. Penantian dan sikap pantang menyerah Hadian berbuah manis. Pada tahun 1987, Hadian resmi bergabung dengan Wika dan mendapat posisi sebagai sebagai staf pada divisi komponen konstruksi. Divisi ini yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya Wika Beton.

Kala itu Hadian menyandang jabatan sebagai staf bagian teknik. Tak berselang lama bekerja di bagian teknik, Hadian kemudian dipindahkan ke divisi pemasaran. Perubahan bidang kerja ini terjadi karena pada waktu itu, Wika belum punya bidang pemasaran yang baik. "Semua pegawai pemasaran waktu itu belum engineer, tidak dibekali pengetahuan teknik," ucapnya menggambarkan kondisi saat itu.

Padahal menurutnya, untuk bisa memasarkan dengan baik, Wika membutuhkan tim pemasaran yang memiliki latar belakang teknik. Selain agar produk dapat terjual lewat edukasi, ilmu teknik juga dibutuhkan untuk membaca kebutuhan pasar. Tantangan inilah yang membuat Hadian tak ragu untuk terjun ke bagian penjualan.


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Yudho Winarto

CEO

Feedback   ↑ x
Close [X]