PELUANG USAHA
Berita
Jambu biji kristal: Renyah dagingnya, minim bijinya, manis labanya (1)

BUDIDAYA JAMBU BIJI KRISTAL

Jambu biji kristal: Renyah dagingnya, minim bijinya, manis labanya (1)


Telah dibaca sebanyak 6635 kali
Jambu biji kristal: Renyah dagingnya, minim bijinya, manis labanya (1)

Permintaan jambu biji kristal cukup tinggi. Dagingnya yang renyah dan minimnya biji membuat jambu ini banyak digemari sebagai buah konsumsi langsung. Seiring permintaan buah yang tinggi, bibit jambu biji kristal pun menjadi buruan banyak petani buah.

Seperti buah-buah lainnya, permintaan jambu biji juga terus meningkat. Maklum, kini, masyarakat makin sadar akan pentingnya konsumsi buah bagi kesehatan.

Salah satu varietas jambu biji yang menuai banyak permintaan adalah jambu biji kristal (sweet seedless). Jambu yang memiliki banyak keunggulan ini berasal dari Taiwan. Selain daging buahnya renyah, kandungan biji pada jambu ini hanya 3% dari isi dagingnya. Buah ini memiliki kadar kemanisan di kisaran 11-12 brik, serta mengandung banyak air.

Tak heran, jambu Kristal pun lebih digandrungi sebagai buah konsumsi. "Buah ini lebih banyak untuk konsumsi langsung, daripada dibuat jus," ujar Aji Win, pemilik Citra Karya Tani di Karawang, Jawa Barat yang mengembangkan budidaya jambu Kristal.

Dalam satu pohon, Aji bisa mendapatkan lima kilogram (kg) jambu per bulan. Dengan memanen dari 12.000 pohon, ia pun bisa mendapatkan 60 ton per bulan.

Dengan harga jual Rp 10.000 per kg, Aji bisa mendulang omzet hingga Rp 600 juta per bulan. "Kami masih beruntung, karena tak ada saingan buah impor," kata Aji.

Karena pasokan yang masih sangat terbatas, Tolib Sutrisno pun tertarik mengembangkan lahan jambu Kristal di Malang. "Pasokan jambu biji Kristal masih terbatas, padahal permintaan cukup banyak, terutama dari gerai-gerai ritel," kata Tolip.

Selain melihat tingginya permintaan, pertimbangan Tolib lainnya adalah harga jual jambu biji Kristal ini yang tinggi. Apalagi, dibandingkan dengan jambu biji merah dan jambu biji bangkok.

Tolib mematok harga jambu biji Kristal ini berkisar Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per kg. Selain memasok gerai ritel modern, Tolib juga menjual jambu biji Kristal di pasar tradisional.

Pohon jambu biji Kristal bisa menghasilkan minimal 50 kg buah dalam setahun. Tolib sendiri memiliki sekitar 50 pohon. Alhasil, Tolib bisa mendulang omzet antara Rp 50 juta hingga Rp 75 juta setahun.

Meski omzetnya tak besar, keuntungan budidaya jambu ini cukup tinggi. Dari omzet itu, Tholib mengantongi untung antara Rp 40 juta hingga Rp 65 juta.

Maklum, perawatan jambu biji Kristal tak mahal. Selama setahun, biaya pembudidayaan ini hanya berkisar Rp 10 juta. Itu sudah termasuk biaya untuk pembelian bibit, pembelian pupuk kandang, dan pembayaran tenaga kerja.

Tak hanya mengeruk keuntungan dari penjualan buahnya, petani jambu biji Kristal juga meraup keuntungan dari penjualan bibit tanaman ini. Sama seperti permintaan buah yang meningkat, bibit jambu biji Kristal juga sedang menjadi buruan oleh banyak orang.

Tak heran, harga bibit tanaman ini cukup tinggi. Aji menjual bibit jambu Kristal seharga Rp 25.000 untuk pohon berumur tiga bulan. Dalam sebulan, ia bisa menjual hingga 3.000 bibit. Sampai saat ini, Citra Karya Tani baru melayani permintaan bibit dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Sementara itu, Tholib menjual bibit jambu dengan harga Rp 35.000 per bibit. Dalam sebulan, Tolib mampu menjual 500 bibit jambu Kristal. ?

(Bersambung)

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 6635 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..