kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Jika menu kuliner Thailand menyerbu tanah air

Rabu, 20 Desember 2017 / 11:10 WIB

Jika menu kuliner Thailand menyerbu tanah air

King Mango.foto dok.king Mango JAKARTA. Masyarakat urban ibukota akhir-akhir tengah digemparkan oleh sebuah gerai minuman asal Thailand bernama King Mango Thai. Mereka rela antri berjam-jam demi mencicip lantas memajang gambarnya di media sosial. Bahkan sejak grand opening pada tanggal 10 Juni 2017 lalu, waktu tunggu antrian masih tetap berkisar antara 1 sampai 2 jam. Minuman yang satu cup harganya Rp 50.000 ini terdiri dari empat lapisan dengan resep rahasia. Paling dasar adalah smoothies mangga segar yang dibuat sesaat sebelum disajikan. Pada tumpukan kedua adalah "whipped cream" berwarna putih. Kehadiran krim ini membuat rasa semakin lengkap lantaran ada manis-manisnya. Tak hanya memberi rasa manis, krim ini ternyata berfungsi untuk menahan sorbet dan potongan mangga sehingga tetap mengambang. Porsinya pun cukup besar sehingga bisa dinikmati untuk 2 orang. Salah satu karyawan King Mango mengatakan waktu tunggu relatif lama bukan tanpa alasan. Selain karena minat beli para customer yang tinggi, alasan utama adalah demi menjaga kesegaran bahan. "Karena kalau dipersiapkan beberapa jam sebelumnya, mangga yang sudah terkupas akan sedikit menghitam terkena duara. Hal tersebut yang kita hindari," ucapnya kepada Kontan, Jumat (14/7). Ia juga menjelaskan pemilik usaha membawa waralaba ini ke Indonesia lantaran ingin membuat gebrakan bisnis minuman yang selama ini berkutat pada Milk Tea, Bubble Tea dan semacamnya. Selain itu, ia yakin mangga merupakan salah satu buah favorit semua orang. "Saya rasa para penikmat minuman pasti sedikit bosan dengan menu yang itu-itu saja dan kurang menyehatkan. Oleh karena itu kita mencoba menwarkan sesuatu yang beda, menyehatkan dan unik," tambahnya. Untuk saat ini, hanya ada satu menu yang ditawarkan, yaitu Big Mango. Gerainya juga masih hanya satu, yaitu di LG Floor, Neo Soho Mall, Jalan Letjen S. Parman Kavling 28, Tanjung Duren Selatan, Jakarta. Namun dalam waktu dekat, melihat hype masyarakat, manajemen waralaba King Mango

KONTAN.CO.ID - Seperti fesyen, bisnis kuliner tidak pernah kehabisan ide. Setahun belakangan, geliat kuliner negeri gajah putih, terutama minuman terus berkembang. Mulai dari teh susu khas Thailand atau yang lebih dikenal dengan thai tea, lanjut jus mangga dengan yoghurt dan topping buah mangga segar atau mango thai sampai teh dengan perpaduan rasa manis asin atau cheese tea.  

Ketiga minuman ala Thailand tersebut tentu kini sudah tak asing lagi bagi lidah masyarakat Indonesia. Rasanya yang cenderung manis dan legit karena dicampur susu membuat sejumlah orang keranjingan. 

Sebut saja King Mango Thai yang sempat meledak beberapa bulan lalu. Meski harganya cukup mahal, Rp 50.000 per porsi tak membuat pelanggannya kapok membeli. "Menurut saya, mango thai ini layak, sih,  kalau harganya segini. Jusnya buah asli, yoghurt terasa, topping mangganya royal. Apalagi, di Indonesia belum pernah ada varian jus yang seperti ini," kata Bernadetha, salah satu konsumen asal Surabaya. 

Baru-baru ini, King Mango Thai memang baru saja merilis gerainya di Surabaya. Saat membuka gerai di Jakarta, antrean mengular selama sebulan lamanya. Bertha bilang, kuliner Thailand banyak disukai karena inovasinya unik, sehingga orang penasaran. Rasanya juga cocok di lidah orang Indonesia. 

Tiara Setia Satiti, Marketing Mangojack, menilai, menu minuman jus mangga ala Thailand memang sedang naik daun. "Penggemar dari kalangan konsumen banyak. Potensi usaha ke depannya masih bagus kalau saya lihat," tuturnya. 

Karena melihat tren tersebut, Tiara memperkirakan tiap gerai Mangojack bisa menjual hingga 60 porsi per hari. Dengan harga jual yang cukup terjangkau, Rp 10.000-Rp 15.000 per porsi, ia yakin bisa bersaing dengan pemain lainnya. 

"Menurut saya, harga jual kami sudah cukup terjangkau itu kalau dibanding yang lain. Kualitas rasanya juga tidak kalah dengan yang lain. Kami tetap utamakan dan jaga kualitas," tuturnya. 

Besarnya potensi minuman ala Thailand juga diakui oleh Frieska Pratiwi, pemilik Dju Dju Thai Tea. Ia tertarik berbisnis teh susu ala Thailand ini karena melihat peluang dan pasarnya. "Saya kenal thai tea sudah cukup lama sebenarnya karena orangtua kebetulan suka bolak-balik Thailand. Tapi baru tertarik berbisnis sekarang karena lihat trennya lagi bagus," ujarnya. 

Bermodalkan booth sederhana di setiap acara Car Free Day (CFD) Rawamangun, Jakarta Timur, Dju Dju Thai Tea bisa menjual sampai 300 porsi per harinya. Jumlah uang ini cukup agresif bila dibandingkan dengan usaha minuman lainnya. 

Dia mengklaim, balik modalnya pun cepat. Saya sekitar tiga bulan sudah bisa balik modal. Penggemarnya banyak, apalagi anak remaja itu, mereka doyan banget," kata Frieska. Dju Dju Thai Tea membanderol thai tea Rp 7.000-Rp 9.000 per cup. 


Reporter Elisabeth Adventa
Editor : Johana K.

PELUANG USAHA

Berita terbaru Peluang Usaha

Join the discussions
TERBARU
MARKET
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy