: WIB    --   
indikator  I  

Kantongi ratusan juta dari susu segar

Kantongi ratusan juta dari susu segar

Tren gaya hidup sehat yang sedang bergaung membuka berbagai celah bisnis. Yang paling marak adalah bisnis seputar makanan dan minuman sehat. Peluang ini pun banyak ditangkap pengusaha kuliner. Salah satunya adalah susu segar.  

Tak bisa dipungkiri, di tengah tren gaya hidup sehat, minuman olahan susu kini banyak dicari orang. Tingginya kandungan protein dan vitamin serta rasanya yang gurih membuat susu banyak dijadikan minuman favorit.

Melihat peluang tersebut, Ikhwanurrohim menjajal peruntungannya di bisnis ini dengan membuka Milkilogi di tahun 2013 lalu di Denpasar, Bali. Pria berkulit gelap ini mengaku semakin tertarik membuka usaha susu segar karena di wilayahnya tidak ada penjual susu segar. "Pasalnya, di sini (Bali) ada peraturan daerah yang mengatur sapi perah tidak boleh masuk ke Bali," katanya.

Tidak kehilangan akal, Ikhwan menjalin kerjasama dengan para peternak di luar Pulau Bali untuk memenuhi kebutuhan susu segar. Sekarang, dia telah menjalin kerjasama dengan empat peternak sapi perah di Malang, Lumajang, Jember dan Yogyakarta.

Putra daerah ini cukup berhati-hati dan selektif dalam menjalin kerjasama dengan peternak sapi perah. Karena dia telah menetapkan kadar susu tertentu untuk kebutuhan bahan bakunya.

Para peternak juga dituntut dapat tepat waktu dalam proses pengiriman susu. Maklumlah, susu segar merupakan jenis barang yang mudah rusak bila disimpan dalam waktu yang terlalu lama.

Dalam sehari, Milkilogy mampu memproduksi sekitar 400 liter susu segar. Untuk proses produksi dan menjalankan usahanya, Ikhwan dibantu 10 orang karyawan.

Saat ini, Milkilogy menawarkan sekitar 20 varian rasa. Beberapa di antaranya green tea, hazelnut, coklat dan karamel. Untuk melengkapi jenis produk minuman kesehatan, Ikhwan juga menjual yoghurt, kefir serta susu kambing etawa.

Harga aneka olahan susu segar ini dibanderol mulai Rp 15.000 sampai Rp 30.000 per gelas. Produk ini memang menyasar kalangan menengah atas. Bahkan, pria lulusan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini mengaku produk yoghurt dan kefir banyak dicari oleh ekspatriat.

Berkat keuletannya dalam menjalankan usaha, kini Ikhwan dapat mengantongi omzet ratusan juta dalam sebulan. Sayangnya, dia enggan menjelaskan laba bersih profit yang didapatnya dari usaha ini.

Seiring omzet yang terus meningkat, gerai penjualannya juga bertambah. Saat ini, dia sudah mempunyai satu outlet, booth dan food truck. Selain melayani pembelian di tempat, dia juga memasarkan produk susu kemasannya di toko ritel modern. Bahkan, dia juga melayani pesanan susu untuk acara-acara perusahaan.

Asal tahu saja, Ikhwan merupakan pioner dalam bisnis minuman susu segar di wilayah Bali dan sekitarnya. Setelah usahanya sukses dan viral di kalangan anak muda, kini makin banyak usaha sejenis yang bermunculan.


Reporter Tri Sulistiowati
Editor Johana Ani K.

PELUANG USAHA

Feedback   ↑ x
Close [X]