: WIB    —   
indikator  I  

Kebutuhan dandan tak lekang zaman

Kebutuhan dandan tak lekang zaman

JAKARTA. Memiliki keahlian merias tak bakal pernah sepi peminat. Bisnis utama yang bisa dijalani memang rias kecantikan untuk pengantin, wisudawan, dan kegiatan- seremonial lainnya.

Kini dengan modal kreatif, banyak ahli rias wajah merambah bisnis rias karakter. Perkembangan usaha ini tak luput dari terus mekarnya bisnis pertunjukan. Mulai dari pertunjukan musik, teater, dan seni lain. Kemampuan untuk berkreasi menjadi peluang baru untuk mengembangkan bisnis.

Salah satu pelaku usahanya adalah Anis Nufus yang mengusung brand Nufus Art di Jakarta. Menjalani usaha sejak tahun 2010, Anis melakoni profesi ini karena jenis usaha tersebut unik dan minim pelaku usaha. "Berbeda dengan make up beauty, make up karakter butuh keahlian khusus karena si make up artist harus bisa mewujudkan tokoh yang diinginkan melalui make up," ujar Anis kepada KONTAN.

Sebelum terjun ke usaha ini, Anis sendiri seorang pegiat teater. Sehingga tidak sulit baginya untuk menjiwai profesi sebagai makeup karakter.

Anis bilang, biasanya klien memberikan rincian tokoh-tokoh yang menjadi acuan make up. Jadi ada tingkatan umur, karakter, tingkat sosial atau ingin seperti apa nantinya. Barulah setelah itu, Anis mewujudkannya melalui make up dengan menggunakan peralatan dandan plus alat make up khusus. Contohnya alat make-up untuk membuat rambut putih, gigi hitam, luka yang menggunakan lateks, cat body painting dan lainnya.

Proses make up biasanya memakan waktu 45 menit per orang. Harga yang dibanderol mulai Rp 500.000 per orang tergantung tingkat kesulitan. Untuk pemasaran, Anis menggunakan media sosial seperti Instagram, Youtube, blog ataupun Facebook.

Dalam sebulan, Anis bisa melayani minimal 15 orang. Mereka kebanyakan dari kalangan mahasiswa untuk pementasan teater. Selain itu, ada juga klien dari bank, media seperti Trans TV, Net TV, hingga kalangan artis. Omzet yang diperoleh mencapai Rp 40 juta per bulan.

Menurut Anis, kendala utama menjalani profesi ini adalah sulitnya mendapat peralatan make up tambahan khusus. Namun, dengan menjaring beberapa toko peralatan make up, Anis yakin ke depannya bisa membuka galeri dan lembaga kursus pribadi make up karakter.

 

Pelaku usaha lainnya adalah Vindy Harfrida dengan menusung brand Inivindy Yang Ajaib Make Up Studio di Malang, Jawa Timur. Memiliki latar belakang pendidikan di jurusan desain komunikasi visual, Vindy memanfaatkan kemampuan menggambarnya dengan menawarkan jasa make up karakter.

Kini, bisnis make up karakternya hampir memasuki tahun keempat. Vindy mengenal make up karakter sejak menjadi karyawan di salah satu media khusus perempuan. Pekerjaan yang sekarang tidak lagi Vindy geluti itu membuat dirinya harus sering melakukan browsing tentang seluk beluk perempuan.

Belajar otodidak

Hingga akhirnya, ia menemukan video make up karakter di Youtube. Berawal dari video itu ia tertarik untuk belajar make up karakter secara otodidak. Vindy lalu mengunggah karya make up karakternya ke blog dan Youtube. "Setelah aku upload mulai ada yang tertarik untuk pakai jasa make up ku," kata Vindy.

Selain menawarkan jasa make up karakter, ia juga banyak mengantongi pendapatan dari membuat video turorial seputar make up karakter di Youtube.

Kini, penonton video make up karakter Vindy di Youtube berjumlah 2 juta orang dengan 147.203 pelanggan. Tentu jumlah itu mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi Vindy. 

Dalam sebulan, rata-rata Vindy bisa mendapat minimal dua klien make up karakter. Vindy biasa mendapat pesanan dari perusahaan dan hotel yang sedang mengadakan acara tematik, promosi atau peluncuran brand dan kampanye.

Jenis make up karakter yang bisa ia garap adalah karakter hewan, tokoh dalam film, maupun untuk kepentingan drama dan lainnya. Dalam menekuni usaha ini, Vindy biasa dibantu oleh dua hingga tiga karyawan. Proses pengerjaan make up karakter bisa memakan waktu mulai dari 30 menit hingga dua jam. Lama pengerjaan bergantung pada tingkat kesulitan.

Vindy sendiri mematok biaya make up Rp 5 juta per orang. Dalam sebulan rata-rata omzetnya Rp 20 juta. Vindy sendiri melihat pasar make up karakter semakin besar. Bahkan, sekarang makin banyak kompetisi make up karakter di berbagai kota. Bahkan, ia pernah ditunjuk sebagai juri kompetisi dan melihat pesertanya terus bertambah.


Reporter Danielisa Putriadita, Jane Aprilyani
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x
Close [X]