| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.373
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kini, paprika juga diburu sebagai tanaman hias

Sabtu, 07 Juli 2018 / 15:05 WIB

Kini, paprika juga diburu sebagai tanaman hias

Butuh tempat teduh, pohon paprika sensitif terhadap cuaca

 

Tanaman paprika dapat tumbuh dan berkembang di berbagai daerah dengan beragam iklim. Namun, tanaman dari suku terong-terongan ini membutuhkan penanganan khusus agar dapat menghasilkan buah yang bagus.
Maulana, petani sekaligus pemilik Ruang Rimbun asal Jakarta mengatakan, tidak semua biji paprika dapat menghasilkan tunas. "Yang dapat tumbuh hanya biji dengan bentuk yang tetap (tidak keriput) setelah dikeringkan," katanya pada KONTAN, Senin (3/7).

Bahkan, biji impor yang banyak dijual dipasaran belum tentu dapat menjadi tunas. Maulana bercerita, dirinya tidak pernah berhasil menghasilkan tunas dari biji impor sehingga dia memilih untuk membenihkan sendiri melalui buah paprika yang sudah tua.

Caranya, biji paprika yang sudah dipisahkan dengan buah, dikeringkan menggunakan sinar matahari langsung. Tujuannya, untuk menghilangkan kadar air dan membunuh bakteri.

Saat sudah kering sempurna, pilih biji yang tidak berubah bentuk kemudian semai dalam media tanam berisikan campuran pupuk kompos dan tanah. Kemudian tutup lahan semai itu menggunakan plastik hitam. Tujuannya, agar kondisi media tanam tetap lembab dan tidak langsung terpapar sinar matahari.

Saat kecambah mulai muncul, penutup plastik hitam diganti dengan plastik bening. Agar tanaman mulai mendapatkan sinar matahari untuk berkembangbiak.

Tanaman ini baru dapat dipindahkan ke media lebih besar saat sudah mulai mengeluarkan daun sekitar empat lembar. "Jangan langsung dipindahkan, tunggu satu minggu dulu agar akar tanaman kuat," jelasnya. Perlu dicatat, tanaman paprika tidak boleh langsung terkena sinar matahari, karena dapat merusak daun serta membuat tanaman kering.

Tanah dalam pot pun harus dijaga tetap lembab (tidak boleh ada genangan air). Sehingga, penyiramannya cukup sehari sekali. Menginjak umur dua bulan, tanaman mulai mengeluarkan bakal buah. Selang satu bulan buah pun sudah bisa dipanen.

Maulana mengingatkan tanaman ini cukup sensitif dengan cuaca. Maka dibutuhkan suhu yang sedang (tidak terlalu panas dan dingin) agar tanaman tumbuh maksimal.

Menurut Adelina, pemilik Go Green Living asal Kalimantan Timur, tanaman paprika dewasa dapat diberikan pupuk NPK daun dan buah untuk merangsang pertumbuhannya. Caranya dapat disemprotkan langsung pada batang dan daun tanaman sekitar 10 hari sekali.

Untuk tanaman dewasa, media tanam dapat menggunakan campuran tanah, sekam dengan pupuk kandang (kotoran kambing) dengan perbandingan 70% (tanah dan sekam) dan 30% pupuk.

Tanaman cukup disiram satu kali sehari dan diletakkan di tempat teduh sehingga tidak terkena sinar matahari langsung. Umur tiga bulan, tanaman pun sudah menghasilkan paprika siap panen.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

BUDIDAYA TANAMAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0429 || diagnostic_web = 0.2926

Close [X]
×