: WIB    --   
indikator  I  

Mantan editor yang sukses berbisnis fesyen (2)

Mantan editor yang sukses berbisnis fesyen (2)

Fesyen dan wirausaha adalah dua hal yang lekat dengan Nonita Respati. Wanita berdarah Solo ini memang terlahir dengan darah pebisnis. Sang Eyang punya usaha batik, sementara kedua orangtuanya aktif berwirausaha sejak Nonita masih kecil. "Jadi saya sudah hidup dari berwirausaha," ujar Nonita.

Hal ini juga diakuinya menjadi pemicu munculnya minat berwirausaha. Sejak kecil pun, ia sudah dikenalkan dengan kegiatan wirausaha oleh ibunya.

Saat masih duduk di bangku sekolah, Nonita pernah menjual produk MLM, mengikuti jejak ibunya. Sejak belia, ia memang sudah senang mencoba berwirausaha. "Ingin tahu saja seperti apa rasanya kepuasan dapat uang sendiri," tuturnya.

Meski demikian, Nonita memang sempat menghentikan kegiatan bisnisnya saat sibuk sekolah dan kuliah. Ia pun dulu pernah berpaling ke bidang media. "Saya dulu pernah jadi penyiar radio juga di Bandung," tutur Nonita.

Kembali fokus di dunia wirausaha sejak tahun 2008, Nonita garap batik jadi ladang uang lewat Purana. Jangan heran jika fesyen yang menjadi tempat berlabuhnya. Pasalnya Nonita kecil sudah senang dengan fesyen.

Selain itu, jalur Nonita di fesyen batik juga mulai terang lewat networking yang dulu pernah dibangun keluarganya dengan para perajin. "Dari kecil saya senang bikin desain pakaian sendiri," kisahnya.

Ia lebih memilih untuk menjahit pakaian dibandingkan harus beli pakaian jadi. Nonita tak keberatan jika ia harus bersusah payah mencari bahan sendiri dan memilih model sendiri.

Kini kesenangan Nonita baik dalam fesyen maupun wirausaha sudah berbuah manis. Purana yang ia besarkan perlahan go internasional. Punya wholesaler di Singapura, kini Purana juga dalam tahap persiapan ekspor. Bersama suami, Nonita juga mengelola binis hotel dan minyak.

Selama sembilan tahun berjuang membesarkan usaha, Nonita tentu pernah mencicipi asam garam berwirausaha. Tantangan yang ia hadapi bukan hanya soal modal, tetapi juga siak n ekspansi serta memilih lokasi yang tepat agar setiap usahanya tepat sasaran.

Namun, Nonita menikmati perjalanan usahanya. Selain karena memang memiliki passion di bidang yang ia geluti, Nonita juga punya prinsip yang ia pegang teguh. "Saya percaya proses yang organik akan jadi long lasting," tuturnya.

Karena itu ia menjaga ketekunan dan konsistensi dalam bewiraswasta. Nonita tak tergoda dengan jalur bypass. "Misalnya untuk Fashion Week, bisa saja bayar untuk dapat space, tapi saya biarkan orang yang memberikan kepercayaan ke produk saya," ujarnya.    

(Bersambung)


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Johana K.

0

Feedback   ↑ x