: WIB    --   
indikator  I  

Mari panen salak madu asal pasokan air cukup (2)

Salak madu termasuk jenis salak unggul dengan ukuran lebih besar dan rasa yang lebih manis. Karena kelebihannya itu harga salak madu lebih mahal dibandingkan salak lainnya, termasuk salak pondoh. Makanya, banyak petani melirik varietas baru dari buah salak ini.

Apalagi, budidaya salak madu ini tidak begitu sulit. Menurut Homsinum, salah seorang petani salak pondoh asal Yogyakarta, salak madu bisa dikembangbiakkan dengan cara mencangkok dari induk pohon salak madu.

Menurutnya, budidaya salak madu dengan cara mencangkok lebih baik ketimbang budidaya dari biji. Dengan mencangkok dari pohon induknya, maka hasil buah salak madu sama dengan hasil buah induknya.

Menurut Homsinum, salak madu cocok ditanam di daerah pegunungan yang lembap. Dengan banyak mendapatkan air, salak ini akan memiliki buah lebih lebat.

Pencangkokan salak madu dapat dilakukan pada tunas baru yang muncul dari pohon induk. Butuh waktu selama empat bulan setelah dicangkok baru muncul tunas. Lalu tunas tersebut dipotong dan dimasukkan dalam polybag selama dua bulan sebelum ditanam di tanah. Selama di polybag akan terlihat bibit yang memiliki akar kuat dan bisa menjadi bibit unggul. Sementara bibit yang akarnya lemah akan mati. "Biasanya 90% bibit bertahan dan sisanya mati," jelas Homsinum.

Selama masa pembibitan di polybag, sebaiknya perlu diberikan pupuk kandang supaya bisa bertumbuh dengan cepat. Setelah dua bulan, petani dapat memindahkan salak madu dari polybag di lahan dengan jarak tanam sejauh 1,5 meter.

Sebaiknya, salak madu mendapatkan sinar matahari yang cukup dan disiram tiga kali dalam seminggu. Dua tahun setelah ditanam, salak madu sudah bisa mulai panen. Dalam satu tangkai bisa menghasilkan hingga dua kilogram buah salak.

Biasanya sejak menghasilkan bunga sampai matang, membutuhkan waktu selama enam bulan. Dari petani, harga buah salak madu dibanderol mulai dari Rp 15.000, sementara di pasaran harganya bisa melonjak hingga Rp 40.000 per kg.

Mansur Manshuri, petani dan pembibit salak madu lainnya menambahkan, salak madu cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 400 meter - 600 meter di atas permukaan laut. Adapun jarak tanam ideal salak madu 2,5 meter.

Dengan jarak itu, setiap pohon bisa menghasilkan buah hingga 5 kg. Sementara di lahan yang luasnya 1.000 meter persegi, sebaiknya ditempatkan minimal lima orang yang tugasnya mengawasi secara rutin perkembangan tanaman, seperti pemberian pupuk kandang, pengairan dan penyiangan.

Salak madu sangat baik ditanam di musim kemarau. Sebab, risiko terserang hama dan penyakit lainnya lebih rendah. "Tapi pastikan tetap mendapat pasokan air yang cukup," ujarnya.

(Selesai)


Reporter Noverius Laoli, Eka Saputra
Editor Tri Adi
BUDIDAYA SALAK MADU

Feedback   ↑ x