: WIB    --   
indikator  I  

Melelehkan lagi peluang kemitraan gerai es krim

Melelehkan lagi peluang kemitraan gerai es krim

KONTAN.CO.ID - Sulit menolak jika disodori es krim. Sajian yang kerap menjadi makanan pencuci mulut atau dessert ini sangat menggoda.

Es krim juga punya banyak penggemar, mulai dari anak-anak hingga orang tua banyak yang menyukai es krim. Maklum, Anda bisa mengubah mood menjadi baik dengan mengudap es krim.

Tak heran, banyak pengusaha kuliner yang terjun ke bidang bisnis ini. Sajian es krim sendiri juga berkembang di Indonesia. Mulai dari rasa, bentuk hingga cara penyajiannya. Bahkan, beberapa jenis es krim dari luar negeri, seperti gelato, banyak dijajakan di sini.

Nah, salah satu pebisnis es krim adalah Emmanuel Wahyu Hendarto. Dia sudah menggeluti bisnis es krim sejak tahun 2010, dengan mendirikan gerai bernama Woles Es Krim.

Berbeda dengan es krim lainnya, Emmanuel menyajikan es krim potong. Penyajiannya, es krim tersebut akan dibalut dengan roti tawar yang lembut, sehingga menghasilkan sensasi rasa yang berbeda ketika sudah beradu di mulut.

Emmanuel menawarkan kemitraan usaha tak lama setelah gerai pertama beroperasi tahun 2010.  Kini, sudah ada 1.500 unit gerai yang tersebar di 70 kota di Indonesia.

Kemitraan Woles Es Krim dibanderol mulai dari Rp 4,5 juta-Rp 13 juta. Mitra akan mendapat fasilitas lengkap, seperti gerobak, peralatan untuk berjualan, bahan baku, sarana promosi dan seragam karyawan.
Mitra cukup menyediakan tempat berukuran 1x2 m2. Dalam kemitraan ini, Emmanuel tak mengutip biaya royalti. Namun, mitra harus membeli bahan baku ke pusat. Pusat pun menjanjikan membanderol harga bahan baku murah.

Woles Es Krim dijual dengan rentang harga antara Rp 5.000-Rp 10.000 per potong atau porsi. Varian rasa yang disajikan juga tidak aneh-aneh, supaya bisa dinikmati banyak kalangan.

Emmanuel menargetkan, setiap gerai bisa menjual sekitar 65 potong per hari. Dengan begitu omzet yang terkumpul bisa mencapai Rp 325.000-Rp 650.000 tiap hari. Dengan perkiraan laba berkisar 44%-50%, maka proyeksi mitra bisa mengembalikan modalnya dalam dua hingga tiga bulan.  

Supaya bisnis berjalan lancar, Emmanuel mengklaim selalu berinovasi dengan meluncurkan produk baru. Dia juga membangun customer care untuk memberi dukungan pada mitra jika menghadapi masalah. 


Reporter Mia Chiara
Editor Johana K.

KEMITRAAN

Feedback   ↑ x
Close [X]