| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.416
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Melipat cuan peci karakter yang sedang ngetren

Minggu, 27 Mei 2018 / 11:05 WIB

Melipat cuan peci karakter yang sedang ngetren

KONTAN.CO.ID - Seperti baju gamis atau baju koko, peci juga menjadi produk buruan saat menjelang Lebaran. Tak hanya orang-orang dewasa, saat hari raya ini, orangtua juga melengkapi penampilan buah hatinya dengan peci.

Kini, biar dekat dengan si kecil, peci pun hadir dengan desain tokoh kartun. Saat menunaikan ibadah puasa atau sebagai persiapan Lebaran nanti, peci karakter ini banyak dicari. Para produsen memang sengaja menunggu momen ini untuk menggenjot penjualan mereka.

Rahman Adi, produsen peci sekaligus pemilik Rumah Soga asal Gresik, Jawa Timur mengamini hal tersebut. Menjelang bulan puasa lalu dia sudah mempersiapkan stok. Sebab, dia memprediksi penjualan bisa naik sekitar 50% dari bulan biasanya.

Hanya, ada perubahan waktu pembelian dari konsumen yaitu masa belanja baru dimulai pada pertengahan sampai mendekati akhir bulan puasa. "Untuk tahun ini di awal bulan yang biasanya ramai permintaan, sekarang masih sepi mungkin karena THR dan gaji belum turun," katanya pada KONTAN.

Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, Adi bersama perajinnya harus rela bekerja lembur. Dia dibantu empat orang karyawan ditahap produksi.

Tokoh karakter yang menjadi tren kali ini adalah Tayo (karakter kartun bis) dan Cars (mobil). Desain lainnya yang juga disiapkan adalah Spiderman,Sponge Bob, Patrick, dan lain.

Menyasar konsumen kalangan menengah, harga produknya dipatok Rp 40.000 per pices atau Rp 450.000 sampai Rp 500.000 per kodi.

Memanfaatkan media digital sebagai tempat berjualan, konsumennya pun menyebar mulai dari kota-kota di Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatera. " Rata-rata setiap konsumen membeli lebih dari lima kodi," jelasnya.

Muhammad Anhar Chunani, pengusaha peci lainnya asal Gresik, Jawa Timur mengaku permintaan di momen Ramadan ini bakal naik sampai 100% dari bulan biasanya. Trend kenaikan ini sudah terlihat sejak sebelum bulan puasa tiba.

Untuk mengantisipasi melonjakkan permintaan, laki-laki yang lebih akrab disapa Anhar ini mengaku telah membuat stok sejak sebulan lalu. Kini, ke 12 pengrajinnya pun tetap harus kerja lembur hingga dini hari.

Asal tahu saja, laki-laki berusia 27 tahun ini membuat peci karakter dengan cara di lukis berbeda dari kebanyakan pengrajin lainnya yang menggunakan teknik soga. " Saya ingin membuat variasi yang berbeda saja, agar pasar lebih ramai," katanya.

Menggunakan cara tradisional dalam produksi, peci buatannya dibandrol Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per pieces. Sayangnya, dia enggan menyebutkan total omzet yang didapatkannya.

Memanfaatkan penjualan melalui sistem online, membuat jangkauan konsumennya cukup luas mulai dari Lamongan, Tuban, Banyuwangi, Makassar, hingga Sangatta.                   


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

0

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0143 || diagnostic_api_kanan = 0.0489 || diagnostic_web = 0.2976

Close [X]
×