: WIB    —   
indikator  I  

Memetik sukses berbisnis telur lewat kemitraan

Memetik sukses berbisnis telur lewat kemitraan

KONTAN.CO.ID -  Bagi sebagian orang, brand Golden Telor pasti sudah tak asing lagi di telinga. Boleh  dibilang Golden Telor adalah salah bisnis telur ayam dengan sistem keagenan terbesar di Indonesia. Di balik kesuksesan Golden Telor saat ini, ternyata ada tangan dingin Agung Saputro yang berhasil membangun bisnisnya. 

Bisnis telur ayam ini bermula dari sang mertua, Lioe Fen Hwat. "Waktu itu mertua saya awalnya punya bisnis di Jakarta, karena ada kerusuhan 1998, beliau pindah ke Semarang dan berjualan telur ayam ini," terang Agung. 
 
Dari satu peti atau sekitar 10 kilogram telur, bisnis ini terus meningkat. Hingga pada tahun 2000, dari bisnis telur ini, sang mertua bisa membangun peternakan ayam sendiri di Jawa Tengah.  "Dari situ saya melihat pasar bisnis telur ayam ini luas sekali. Banyak potensi yang bisa digali karena telur ayam ini dibutuhkan semua kalangan," terang Agung. 
 
Setelah punya peternakan sendiri, bisnis telur ayam  ini pun makin melesat. Hanya, pengelolaan bisnis masih sederhana dan tradisional.  Telur yang dihasilkan dari peternakan tersebut dijual langsung ke konsumen. Saat itu, konsumennya mulai pedagang, pemilik rumah makan, hotel, hingga rumah tangga. 
 
Hingga akhirnya di tahun 2013, setelah Agung menikah, bisnis telur ayam tersebut dipercayakan oleh sang mertua kepadanya.  Karena sebelumnya Agung sudah mempelajari soal bisnis telur ayam, pada tahun 2014, ia mulai menerapkan konsep kemitraan atau franchise bisnis telur ayam. 
 
Dan, sejak saat itulah nama Golden Telur disematkan agar masyarakat mudah mengingat brand bisnis telur milik Agung. 
 
Berkat sistem penjualan yang baru itu, saat ini sudah ada 305 orang yang menjadi mitra Golden Telor. Tak hanya terbatas di Semarang atau Jawa Tengah, mitra tersebar di seluruh Indonesia.  mulai dari paket agen hingga master distributor. 
 
Bahkan Agung bisa mempekerjakan 15 karyawan di kantor pusat di Semarang. Jumlah itu belum termasuk karyawan di kantor cabangnya. Saat ini, ia bisa mengantongi omzet miliaran setiap bulan. "Karena harga telur fluktuatif, jadi rata-rata omzetnya sebesar itu. Kalau dari jumlah berat sekitar 100 ton telur ayam sebulan," tukasnya.                               

Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Feedback   ↑ x