kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Memetik untung indigofera, sumber protein bagi hewan

Sabtu, 12 Mei 2018 / 17:10 WIB

Memetik untung indigofera, sumber protein bagi hewan

Mudah beradaptasi, tanaman nebas serangan hama

Budidaya indigofera cukup mudah. Tanaman ini juga tergolong mudah beradaptasi dalam kondisi kering dan basah.

Christian Priangga Bayu, pembudidaya asal Yogyakarta mengatakan penyiraman indigofera tak harus rutin. "Tanaman ini bisa tumbuh di tanah yang kering atau terlalu basah," terangnya.  

Hanya, pemupukan harus rutin dilakukan, yaitu setiap enam bulan sekali. Sebaiknya menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran kambing. Agar pertumbuhan maksimal, tanaman harus terpapar sinar matahari langsung untuk mendukung proses foto sintesis.

Salah satu kelebihannya, indigofera tak disukai hama kutu atau serangga lainnya. Selain itu, juga tahan terhadap penyakit. Supaya pohon tak terlalu tinggi, tanaman harus dipangkas.

Budidaya indigofera bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui stek batang. Anda bisa memilih dahan dengan diameter sebesar sedotan dari tanaman yang berumur setahun.  Potong sekitar 15-20 cm, lalu tancapkan kedalam media tanam yang berisi campuran tanah, sekam, dan pupuk organik dari kotoran kambing dengan perbandingan 1:1:1.

Kedua, melalui biji. Keluarkan biji dari buah yang sudah kering. Kemudian siram dengan air panas anagar mudah pecah dan mengembang.  Biji juga  harus direndam selama tiga hari dengan air hangat hingga normal. Setelah itu, disemai di atas kapas basah dengan penutup.  

Saat mulai tumbuh akar dan tunas, pindahkan bibit ke media tanam dengan campuran tanah, sekam dan pupuk dari kotoran kambing. Siram secara teratur sehari sekali dan berikan cukup sinar matahari agar pertumbuhan tanaman dapat maksimal. "Tanaman ini lebih cepat tumbuh jika bibit berasal dari biji," kata Christian.  

Nur Sigit Satoto, pembudidaya asal Semarang, Jawa Tengah mempunyai cara yang sedikit berbeda untuk perawatan indigofera. Ia menyiram tanamannya dua kali sehari. Pemupukan dilakukan setiap bulan dengan pupuk kandang.  

Sinar matahari harus menerpa tanaman. Tak perlu ada naungan di atas agar pertumbuhan daun dapat maksimal dan lebih cepat.

Untuk pembudidayaan, Sigit juga menempuh cara seperti Christian. Yakni, melalui stek batang dan biji. Untuk bibit yang sudah mulai mengeluarkan tunas baru dan tumbuh dapat dipindahkan kedalam polybag yang berisikan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Setelah dua bulan, pemupukan bisa ditambah sedikit urea untuk merangsang pertumbuhan tanaman lebih cepat. Bibit tanaman baru sebaiknya dipindahkan ke area perkebunan atau tanah lapang saat berumur tiga bulan.   


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

BUDIDAYA TANAMAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.1772 || diagnostic_web = 0.3824

Close [X]
×