: WIB    --   
indikator  I  

Menakar peluang agen travel Bayu Buana

Menakar peluang agen travel Bayu Buana

Plesir atau melancong kini menjelma menjadi kebutuhan penting untuk sekadar melepaskan diri dari rutinitas dan kepenatan. Suasana baru dari kota yang menjadi destinasi wisata bisa menjadi pengobat rasa lelah dan bosan yang hinggap saat pekerjaan begitu menyita tenaga dan pikiran.  Itulah mengapa bisnis pariwisata masih memiliki prospek yang bagus ke depan.  

Kondisi inilah yang membuat industri pariwisata cukup prospektif. Termasuk bisnis agen perjalanan. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Bayu Buana pun menawarkan kemitraan gerai agen perjalanan dengan  perjanjian selama 5 tahun.

Bayu Buana hingga kini memiliki 19 cabang milik pusat yang tersebar di Bandung, Balikpapan, Bali, Surabaya dan Jabodetabek. Namun begitu, Bayu Buana tetap ingin memperluas jaringan pemasarannya.
Saat ini, “Kami sudah memiliki tiga mitra yakni di Palu, Makassar dan Palembang, dan ingin fokus menggarap luar Jawa” kata Agustinus Pake Seko, Presiden Direktur Bayu Buana.

Jika Anda tertarik ingin bergabung, Bayu Buana menawarkan paket investasi senilai Rp 411,190 juta. Dengan paket tersebut, mitra berhak menggunakan nama Bayu Buana selama lima tahun, peralatan kantor, renovasi gedung, sistem administrasi, pendampingan serta promosi.   

Bayu Buana menyediakan berbagai layanan, seperti pemesanan tiket, kamar hotel,  pembuatan visa, paket wisata, paket Umroh, wisata  ke Hollyland.

Agustinus bilang, paket wisata yang lengkap serta brand awarness menjadi nilai lebih Bayu Buana. Apalagi, “Pada tahun 2016 kami juga dapat penghargaan sebagai Top 50 Companies,” kata dia berpromosi.

Omzet Rp 1,2 miliar

Agus bilang, mitra yang ingin bergabung harus menyediakan lokasi untuk tempat operasional. Luas minimal lokasi yang diperlukan adalah 300 m2 dengan karyawan enam orang.  

Meski ada masa-masa high session, kata Budi, transaksi penjualan tiket selalu ada tiap hari di gerai Bayu Buana. Mitra juga diberi kebebasan untuk menentukan harga jual tiket. Namun, khusus paket wisata atau umroh, harganya sudah dipatok dari pusat.

Khusus untuk penjualan tiket ini, Bayu Buana mematok biaya royalti 1% dari omzet penjualan tiket. “Royalti hanya untuk produk tiket karena harga tiket kami bebaskan,” katanya.

Dari beberapa gerai yang sudah berjalan, biasanya terkumpul omzet hingga Rp 1,2 miliar sebulan. Dari situ, mitra diprediksi bisa mengembalikan modal dalam dua tahun.  

Konsultan Franchise, Djoko Kurniawan menilai tren bisnis agen travel belakangan justru menurun. Hal ini disebabkan kian banyaknya pemain yang lebih unggul memberi fasilitas transaksi yang lebih cepat melalui online. Sebut saja, Traveloka dan Pegipegi.com.

Agar mitra agen travel tetap bisa berjaya, Djoko mengatakan harus disokong dengan penjualan paket  tour  wisata dan lainnya. “Lebih bagus lagi kalau transaksi Bayu Buana bisa dilakukan secara online,” kata Djoko.

Dia pun menyarankan mitra untuk jeli menghitung detail keuntungan dari setiap produk, sebelum memutuskan bergabung. Jangan lupa menghitung komisi saat low, medium, atau high season. n

Bayu Buana
Jl. Ir. H. Juanda III No. 2
Jakarta 10120
Telp. (021) 2350999


Reporter Danielisa Putriadita

PELUANG USAHA

Feedback   ↑ x
Close [X]