PELUANG USAHA
Berita
Menangguk rezeki dari berbagi keterampilan

TAWARAN KEMITRAAN PENDIDIKAN: KURSUS KETERAMPILAN

Menangguk rezeki dari berbagi keterampilan


Telah dibaca sebanyak 2908 kali
Menangguk rezeki dari berbagi keterampilan

Ahli membuat aneka keterampilan tangan ternyata bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Caranya dengan menyediakan jasa pelatihan keterampilan itu kepada orang lain yang berminat. Hasil dari jasa itu bisa mendatangkan omzet puluhan juta rupiah sebulan.

Kreatif dalam membuat aneka produk keterampilan tangan tak hanya bermanfaat bagi orang lain, tapi juga bisa bermanfaat bagi kantong.

Seperti yang dilakukan Yoyong Ratna Dewi, pemilik usaha pelatihan keterampilan Crayon's Craft di Bandung, Jawa Barat. Sejak tujuh tahun lalu Yoyong sudah menyediakan jasa pelatihan keterampilan tangan itu untuk semua umur.

Yoyong mengajarkan membuat miniatur gerobak, pesawat, piano dan aneka miniatur lain seperti hewan dan banyak lagi. Pembuatan miniatur itu menggunakan bahan baku utama polymer clay yang mirip lilin.

Selain menggunakan polymer clay, terkadang Yoyong menggunakan bahan baku serpihan kayu, plastik dan juga kertas untuk membuat miniatur itu.

Walau terlihat sederhana, namun Yoyong kini sudah memiliki 12 karyawan yang berprofesi sebagai tenaga pelatih. Dalam menawarkan jasa, Yoyong membuka kelas setiap hari mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.

Bagi Anda yang tertarik menimba keterampilan tangan itu, Anda cukup membeli polymer clay senilai Rp 30.000, yang sudah disediakan. Setelah polymer clay ada di tangan, Anda bisa langsung mendapat pelatihan gratis selama dua jam pertama. "Jika masih ingin melanjutkan peserta dikenakan biaya Rp 50.000 per jam," kata Yoyong.

Bagi siswa yang terdaftar jadi member, Yoyong memberikan harga khusus berupa diskon sebesar 50%. Dalam mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan teknik dan proses pembuatan keterampilan berbahan polymer clay itu. "Karya peserta bisa kami pasarkan di toko kami," terang Yoyong. Dia biasanya menjual hasil karya miniatur itu mulai dari Rp 100.000 hingga seharga Rp 600.000 per unit.

Dari jasa pelatihan keterampilan itu, Yoyong mengaku hanya memperoleh omzet sebesar Rp 20 juta per bulan, dengan margin antara 30% hingga 40% dari omzet. "Peserta tidak kurang dari 50 orang per hari," terang Yoyong.

Peserta pelatihan tidak hanya kalangan dewasa atau anak-anak saja, terkadang kelompok usia lanjut (lansia) juga ada yang gemar ikut pelatihan itu. "Peserta terbanyak memang usia tujuh tahun-15 tahun," ungkap Yoyong.

Laba dari penyediaan jasa pelatihan keterampilan tangan itu juga nikmati oleh Yuri Herlinawati, di Semarang, Jawa Tengah. Dengan mengusung bendera Borderless Creativity, Yuri sudah menyediakan pelatihan pembuatan aneka keterampilan berbahan dasar polymer clay itu sejak 2009.

Berbeda dengan Yoyong, Yuri lebih fokus membuat keterampilan berupa miniatur patung dan tokoh-tokoh komik, seperti Shinchan, Spiderman, hingga robot Transformers.

Untuk mendapatkan pelatihan keterampilan itu, Yuri mengenakan tarif Rp 250.000 untuk sekali kunjungan. "Lama pelatihan kami bebaskan kepada peserta," terang Yuri yang mulai buka kelas pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB itu.

Setiap hari, minimal kelas keterampilan milik Yuri disambangi oleh lima orang peserta. Dengan asumsi kunjungan itu, dalam sebulan Yuri bisa mendulang omzet minimal Rp 37,5 juta. "Jumlah peserta ini meningkat ketimbang tahun-tahun lalu," terang Yuri.

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 2908 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..