| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menata cantik cuan hampers cake Lebaran

Minggu, 10 Juni 2018 / 11:05 WIB

Menata cantik cuan hampers cake Lebaran

Meracik siasat menghadapi kenaikan harga bahan baku

Kenaikan harga bahan baku menjelang hari raya sudah menjadi fenomena rutin. Sebagai antisipasi, produsen keik (cake) Lebaran sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.

Catharine Marsha, Kepada Dekorasi Lulu Kayla Cup Cake mengatakan, persiapan sudah dilakukan sebelum bulan puasa. Mereka mengamankan stok bahan baku karena enggan menaikkan harga maupun mengurangi komposisi dan ukuran cake. "Kepuasan konsumen menjadi perhatian utama kami," tuturnya.

Untuk menghasilkan keik berkualitas, Lulu Kayla Cup Cake menggunakan perpaduan bahan baku lokal dan impor.  

Agar konsumen tetap loyal serta bisa menjaring pasar baru, Lulu Kayla Cup Cake selalu menyajikan tema-tema baru setiap tahun. Khususnya, jika ada momen-momen khusus, seperti Lebaran, Natal dan lainnya.

Seperti tema keik Idul Fitri kali ini adalah Eid Blossom, Catharine bilang, tema tersebut terinpirasi oleh gaya keik yang sedang tren di dunia internasional.

Ketatnya persaingan bisnis cake rupanya tidak membuat Lulu Kayla Cup Cake  khawatir. Kualitas dan produk sesuai keinginan konsumen menjadi senjata mereka untuk tetap eksis. Selain itu, promosi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan website serta dari mulut ke mulut membuat posisinya tetap kuat.  

Sekedar info, Lulu Kayla Cup Cake mulai beroperasi sejak 2013 lalu dengan sistem penjualan online. Selang tiga tahun, gerai fisik dibuka di kawasan Jakarta Pusat.

Langkah berbeda diambil Ajeng Pramesti, pemilik Pramesti Patisserie. Ia  memilih mengerek harga jual selama bulan puasa. Khususnya untuk butter cream cake yang naik Rp 50.000 per paket. "Kami memilih jaga kualitas dengan pemakaian bahan-bahan baku yang selalu baru. Ini semua demi menjaga kepuasan pelanggan," jelasnya.

Sama dengan Lulu Kayla Cup Cake, Pramesti Patisserie juga memadukan bahan baku lokal dan impor. Untuk mengamankan semua kebutuhan, dia telah menjalin kerjasama dengan pemasok yang berada di Jakarta.

Kendala usaha yang dihadapinya kini adalah sulitnya mencari tenaga kerja terampil. Menurutnya, untuk membuat kue tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, jadi harus orang yang sudah terbiasa.

Untuk urusan persaingan, perempuan usia 30 tahun ini mengaku tidak pernah khawatir karena sudah mempunyai pasar sendiri. Menjaga kualitas produk menjadi senjata utamanya untuk mempertahankan roda bisnisnya tetap berputar.

Makanya, dia memilih untuk membuat keik  pesanan konsumen satu hari sebelum dihantarkan agar  rasanya masih tetap lezat saat dinikmati konsumen. Selain itu, dia tidak menggunakan bahan pengawet sehingga keik buatannya hanya mampu bertahan tiga sampai empat hari di luar lemari pendingin.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

LEBARAN

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0469 || diagnostic_web = 2.8906

Close [X]
×