: WIB    --   
indikator  I  

Mencetak profit dari wajan kue waffle

Mencetak profit dari wajan kue waffle

JAKARTA. Setelah menjamur camilan bergaya Asia, kini giliran jajanan khas Amerika seperti waffle yang sedang naik daun. Lihat saja, sekarang semakin banyak gerai waffle yang bermunculan di pusat-pusat perbelanjaan. Salah satu pelaku usahanya adalah Haris di Surabaya, Jawa Timur.

Mendirikan gerai dengan merek Eggpuff's Waffle pada awal 2016, Haris langsung menawarkan kemitraan. Saat ini, sudah ada dua mitra yang bergabung. Sementara gerai pusat ada satu di Surabaya.

Kemitraan ini menawarkan paket investasi senilai Rp 25 juta. Mitra mendapat fasilitas satu unit booth, satu unit mesin eggpuff's, bahan baku 150 porsi, enam macam topping dengan 12 rasa waffle, perlengkapan usaha dan pelatihan karyawan.

Kemitraan ini tidak memungut biaya royalti. Kerjasama kemitraan juga berlangsung seumur hidup selama mitra memasok bahan baku ke pusat. "Beli bahan baku ke pusat untuk menjaga cita rasa dan menjaga resep pusat," ujar Haris.

Eggpuff's waffle menyediakan 11 varian menu, seperti pandan, cokelat, stroberi, blueberry, anggur, pisang, melon, blewah, kopi, green tea dan cappucino, Ada pun pilihan topping terdiri dari choco chips, oreo, raisin, rainbow chips, keju, dan froot loops.

Ada juga ice cream puff's tiga rasa yaitu vanila, cokelat dan stroberi. "Kami juga menyediakan cone puff's buah dengan beberapa saus caramel, cokelat dan nutella," jelasnya.

Haris mengklaim, keunikan Eggpuff's Waffle adalah harga jual yang terjangkau dengan kualitas bahan baku yang terjamin. Harga yang dibanderol untuk menu waffle mulai Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per porsi, original eggpuff's dengan tambahan topping Rp 2.000 hingga Rp 3.000, cone puff's Rp 20.000, dan ice cream puff's seharga Rp 17.000.

Mitra ditargetkan bisa menjual 40-70 porsi per hari. Dengan begitu mitra bisa mengantongi Rp 12 juta hingga Rp 13 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya, mitra akan meraup laba bersih sekitar 50% dari omzet per bulan. Dari situ mitra bisa balik modal sekitar empat sampai lima bulan.

Agar target tercapai, mitra harus memilih lokasi usaha di kantin kampus ataupun area perbelanjaan.


Reporter Jane Aprilyani
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x