| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.416
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Mencoba potensi kedai kuliner menu Korea

Sabtu, 09 Juni 2018 / 13:05 WIB

Mencoba potensi kedai kuliner menu Korea

KONTAN.CO.ID - Selain makanan asal Jepang, ragam kuliner asal Korea juga terus membanjiri pasar Indonesia dua tahun terakhir ini. Ragam kuliner  Korea ini mewabah di kalangan anak muda menyusul tenarnya aliran musik K-Pop di Tanah Air.

Melihat pasar kuliner Korea yang menjanjikan, pelaku usaha baru pun terus bermunculan. Salah satunya Putri Novianingrum asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Mendirikan Sujeo Korean Food sejak Januari 2017, Putri mantap menawarkan kemitraan awal Juni 2018. "Pasar makanan Korea di Purwokerto ternyata ramai dan banyak yang suka. Karena banyak yang tanya soal cabang, saya putuskan buat buka kemitraan," tuturnya.

Paket investasi yang ditawarkan mulai Rp 60 juta. Dengan modal tersebut, mitra bisa bekerjasama selama lima tahun. Lalu, fasilitasnya berupa booth, peralatan masak lengkap, perlengkapan usaha, kemasan, resep, pelatihan, standar operasional dan bahan baku awal.

"Booth yang kami sediakan untuk ukuran gerai 3x3 m². Untuk ukuran lain, bisa didiskusikan. Kami juga tidak menyediakan meja, kursi dan freezer, tapi kami sediakan kulkas," jelas Putri.

Ia mengatakan, konsep Sujeo Korean Food adalah take away atau pembelian yang langsung dibawa pulang. Jadi, jika ada konsep lain atau lokasi lebih luas, pusat bisa menyesuaikan nominal paket investasinya.

Sujeo Korean Food menawarkan 11 menu khas Korea, seperti topokki, korean chicken wings dengan beragam saus, chicken finger, kimbap, samgak-gimbap (nasi kepal ala Korea berbentuk segitiga), kimchi, ramyeon dan sebagainya. Harganya mulai Rp 13.000-Rp 30.000 per porsi. "Menu yang paling favorit itu topokki dan korean chicken wings yang saus yangyeom (pedas) dan honey butter. Kalau chicken finger juga banyak yang beli, biasanya anak-anak yang suka," ujar Putri.

Soal perkiraan omzet, Putri bilang, omzet di hari biasa berkisar Rp 500.000-Rp 700.000. Sedangkan, saat akhir pekan dan hari libur, omzetnya bisa mencapai Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari. Jika dihitung, perkiraan omzet per bulan sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta. Mitra pun diperkirakan balik modal sekitar 6-12 bulan.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit mengatakan bisnis kuliner memang masih menjanjikan dibanding bisnis franchise di sektor lain. Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, bisnis kuliner masih bisa tumbuh.

Menurut Levita, ada hal utama yang perlu diperhatikan dalam menjajakan kuliner Korea, yakni pasarnya. Sebab, tak semua lidah orang Indonesia cocok dengan kuliner Korea. "Harus pilih-pilih betul lokasinya. Kira-kira bakal laku atau tidak di lokasi itu," ujarnya.          

Sujeo Korean Food
Rita Supermall Lantai LG
Purwokerto
HP. 085647827755


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

WARALABA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0555 || diagnostic_web = 0.2924

Close [X]
×