PELUANG USAHA
Berita
Mengalap rezeki dari bisnis burger nasi

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: BURGER NASI

Mengalap rezeki dari bisnis burger nasi


Telah dibaca sebanyak 5418 kali
Mengalap rezeki dari bisnis burger nasi

Bisnis burger tak pernah surut. Itu juga yang mendorong Burger Nase menawarkan kemitraan usaha. Paket investasinya mulai Rp 60 juta hingga Rp 240 juta. Omzet mitra diperkirakan antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per hari. Balik modal sekitar satu setengah tahun.

Sebagai kudapan yang digemari banyak orang, bisnis burger tak pernah sepi dari inovasi. Selalu saja ada pemain yang mengusung berbagai variasi menu. Salah satunya adalah Muhammad Ichsan, pemilik Burger Nase di Medan, Sumatra Utara

Bisnis burger ini dirintisnya sejak 2009 di bawah bendera usaha CV Samara Sejahtera. Tahun 2010, Ichsan mulai menawarkan kemitraan. Namun, saat itu hanya terbatas di wilayah Medan. Baru di pertengahan tahun 2012 ini, ia menawarkan kemitraan ke seluruh wilayah Indonesia. "Saya berani menawarkan ke publik karena potensi yang besar di bisnis ini," ujar Ichsan.

Saat ini, Burger Nase telah memiliki tujuh gerai. Rinciannya, dua milik sendiri dan lima milik mitra. Gerai tersebut tersebar di Jakarta, Jambi, dan Medan.

Sesuai dengan namanya, Burger Nase merupakan campuran nasi, daging, dan sayuran yang disajikan dalam bentuk burger, sehingga bisa langsung disantap. Khusus olahan dagingnya, Burger Nase menawarkan tiga macam bumbu asli Indonesia, yakni semur, rendang, dan sambal gila.

Menu nasi terdiri dari nasi putih biasa dan nasi merah. Untuk burger nasi putih dibanderol Rp 12.000 per porsi, dan burger nasi merah Rp 14.000 per porsi.

Dalam kemitraan ini, Burger Nase menawarkan dua paket investasi. Yakni, paket booth mini kafe senilai Rp 60 juta dan paket kafe senilai Rp 240 juta. Ichsan bilang, perbedaan kedua paket itu ada pada pilihan menunya.

Untuk paket booth, mitra hanya menjual burger nasi serta minuman, seperti es teler dan soft drink. Sedangkan paket kafe tersedia menu lain, seperti nasi goreng, kentang goreng, roti bakar, brownies, dan lain sebagainya. "Untuk kedua paket itu mitra sudah memperoleh peralatan lengkap, kerja sama lima tahun, pelatihan dan bahan baku awal," ujarnya.

Ia menargetkan, omzet mitra yang mengambil paket booth berkisar antara Rp 500.000-Rp 1 juta per hari. Sementara omzet paket kafe sekitar Rp 2 juta per hari. Dengan royalty fee 5%, mitra diperkirakan bisa balik modal dalam waktu satu setengah hingga dua tahun.

Almanda Alvin Harjo, mitra Burger Nase di Tebet, Jakarta Selatan mengaku sudah bergabung sejak bulan Mei 2012. Alvin mengambil paket booth senilai Rp 60 juta.

Dalam sehari ia bisa meraup omzet hingga Rp 800.000. Alvin menargetkan, bisa balik modal akhir 2013. Bila sudah balik modal, ia berencana menambah outlet-nya.

Burger Nase
Jl. Sei Kera No. 233, Medan 20233,
Sumatra Utara
HP: 082168222045

Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 5418 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..