kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menganyam kembali potensi kerajinan macrame yang pernah hits

Rabu, 07 Februari 2018 / 10:30 WIB

Menganyam kembali potensi kerajinan macrame yang pernah hits

KONTAN.CO.ID - Apakah Anda pernah menggunakan anyaman tali untuk menggantung pot? Sebelum banyak pot gantung plastik atau penggunaan kawat sebagai penggantung, banyak orang merangkai tali plastik (tali jemuran) sebagai penggantung pot.

Nah, belakangan ini tren tersebut muncul lagi seiring dekorasi rumah ala skandinavian populer di kalangan ibu-ibu. "Nah, macrame ini identik dengan style skandinavian dan bohemian yang menonjolkan kesan vintage," terang Yuanita Retno Astuti, pemilik Instyle 88 (@instyle88_studio) asal Tangerang Selatan, Banten.

Ia mendirikan Instyle 88 sejak Januari 2017 lalu. Dari awal pendiriannya, Nita, sapaan akrab Yuanita sudah menduga jika tren macrame akan kembali digandrungi. Sejak awal dirinya menjual aneka produk macrame, mulai hiasan dinding, macrame seri dream catcher sampai macrame untuk gantungan pot.

Harga yang dibanderol untuk produk macrame buatan Instyle 88, mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 450.000. Nita menjelaskan harga tersebut tergantung pada ukuran, bahan yang digunakan dan tingkat kerumitan. "Untuk gantungan pot harganya mulai Rp 35.000 itu. Kalau untuk yang hiasan dinding mulai Rp 125.000 per buah. Satu produk biasanya sudah sepaket dengan kayu untuk gantungannya," jelasnya.

Nita bilang penggemar macrame sebagian besar datang dari kalangan kaum hawa, terutama ibu rumah tangga. Peminat macrame juga terus meningkat setiap bulan. Saking banyaknya permintaan, Nita harus membatasi pesanan. Ia mengaku pesanan macrame datang dari seluruh wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Bahkan ada pesanan dari Malaysia dan Amerika Serikat yang sempat ditolak Nita.   

Namun, Nita biasanya batasi pesanan maksimal 20 buah untuk seminggu. Ia menerapkan sistemnya pre-order untuk pembelian macrame. "Kalau tidak dibatasi bakal membludak seperti awal buka dulu, seminggu sampai 40 pesanan," ungkapnya. Praktis, dalam sebulan Nita bisa memproduksi dan menjual sebanyak 80 buah macrame.

Booming tren macrame juga diakui oleh Monica Novianty, pemilik My Lazy Saturday (@mylazysaturday) asal Jakarta. Ia mengaku membuka onlineshop khusus menjual macrame karena melihat tren yang terus berkembang setahun belakangan ini. "Saya baru buka onlineshop ini sekitar Oktober 2017 lalu. Teman-teman saya ternyata banyak yang mencari macrame," tuturnya.

Tak jauh berbeda dengan Instyle 88, My Lazy Saturday juga menawarkan aneka produk macrame sebagai hiasan dinding dan gantungan pot. Harga yang dibanderol mulai Rp 50.000-Rp 500.000 per buah. "Semakin rumit motifnya dan semakin bagus bahannya, harganya bisa makin tinggi. Kami juga menerima pesanan custom seperti yang diinginkan oleh  konsumen," tutur Monic.     


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

KERAJINAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 4.0966 || diagnostic_web = 4.3050

Close [X]
×