: WIB    --   
indikator  I  

Mengejar laba bisnis jasa logistik

Mengejar laba bisnis jasa logistik

JAKARTA. Bisnis ekspedisi belakangan terus berkembang. Kebutuhan akan pengiriman paket dan dokumen tampaknya semakin meningkat. Apalagi, saat bisnis e-commerce lagi ngetren seperti sekarang. Jasa ini tak lagi digunakan oleh perorangan, tetapi juga merambah ke perusahaan dan para pelaku usaha.

Melihat peluang tersebut, Nex Logistics yang telah berdiri sejak 2014, mulai memperluas jaringan dengan sistem yang mereka sebut franchise keagenan. Pertama kali dimitrakan pada 2016, kini Nex Logistics memiliki 27 mitra di Jabodetabek.

"Masih ada mitra di cabang lain, seperti di Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Yogyakarta," tutur Andri, Retail Manajer Nex Logistics. Nex Logistics menawarkan empat paket kemitraan, yakni paket Bronze, Silver, Gold dan Platinum.

Semua paket investasi di atas sudah termasuk fasilitas timbangan digital dan media promosi. Bedanya ada pada kelengkapan fasilitas lainnya. Paket Bronze senilai Rp 2,5 juta misalnya, tidak dilengkapi fasilitas lain. Paket Silver memiliki nilai investasi Rp 10 juta dilengkapi komputer.

Sementara paket Gold dan paket Platinum yang masing-masing senilai Rp 15 juta dan Rp 25 juta dilengkapi komputer, printer, dan scanner. Sementara paket Platinum memiliki harga lebih tinggi dilengkapi dengan fasilitas sign board.

"Tiap mitra juga dikenakan deposit sebesar Rp 5 juta. Kecuali untuk Bronze, depositnya Rp 2,5 juta," jelas Andri. Deposit ini wajib dibayarkan, mengingat kemitraan Nex Logistics tidak mengenal transaksi tunai. Jadi, ketika bagi hasil, Nex Logistics langsung memotong saldo di deposit mitra.

Nex Logistics menyediakan jasa pengiriman paket dan dokumen ke seluruh wilayah Indonesia. Harga yang dipatok sama di semua mitra. Untuk jasa point to point service wilayah Jabodetabek berlaku harga Rp 6.500. Tersedia pula jasa Nex One Rp 12.500 per kilogram (kg). Untuk paket reguler dan ekspres masing-masing Rp 7.500 dan Rp 9.500 per kg.

Targetnya mitra bisa meraup omzet Rp 10 juta dalam sebulan. Dengan sistem bagi hasil, mitra bisa mengambil laba bersih sebesar Rp 20%. Maka, prediksinya mitra bisa balik modal dalam waktu 6 bulan. Selain jasa pengiriman barang, mitra juga bisa menyediakan jasa PPOB. "Sistem bagi hasilnya nanti beda lagi," tutur Andri.                 


Reporter Nisa Dwiresya Putri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x