| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.415
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menggeluti bisnis kopi meski bukan penggemar kopi

Sabtu, 09 Juni 2018 / 14:05 WIB

Menggeluti bisnis kopi meski bukan penggemar kopi

KONTAN.CO.ID - Bagi masyarakat Indonesia, kebiasaan minum kopi atau ngopi merupakan salah satu budaya warisan nenek moyang. Di samping itu, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia. Banyak daerah penghasil biji kopi dengan kekhasan masing-masing.

Belakangan, tren ngopi pun makin gencar. Terutama sejak munculnya produk kopi susu kekinian. Dengan komposisi yang pas, kopi terasa ringan.

Nah, siapa yang tidak kenal es kopi susu tetangga buatan Kopi Tuku? Pelopor es kopi susu kekinian asal ibukota ini berhasil menembus pasar, tak hanya bagi para pecinta kopi, tapi juga penyuka kopi pemula. Ada sosok Andanu Prasetyo atau yang akrab disapa Tyo dibalik populernya Kopi Tuku.

Merintis Kopi Tuku sejak tahun 2015, Tyo mengaku menghabiskan modal kurang dari Rp 500 juta untuk mendirikan gerai Kopi Tuku sederhana di kawasan Cipete Raya. Ketertarikan pria berdarah Jawa ini menjalankan bisnis kopi berawal dari keinginannya untuk punya kontribusi terhadap industri kopi tanah air.

"Kalau dibilang saya pecinta kopi sih bukan juga, biasa aja. Saya hanya berusaha menyediakan kopi yang diminati oleh konsumen, kopi seperti apa yang disukai oleh pasar," jelasnya.

Dalam meracik es kopi susu yang nikmat, Tyo mengumpulkan masukan dan pendapat para pelanggan, tetangga, teman dekat dan keluarganya. Sehingga, es kopi susu racikan pria berkacamata ini sesuai dengan keinginan pelanggan. Kopi dengan selera pasar ini dijual Rp 18.000 per gelas.

"Sejak dulu, olahan kopi nusantara pengen bisa dinikmati oleh banyak orang. Konsumsi kopi di tanah air, maunya meningkat. Tapi masalahnya, rasanya belum tentu sesuai lidah pasar dan harganya juga cukup tinggi, sekitar Rp 30.000 - Rp 40.000 per gelas," jelasnya. Jadi dengan es kopi susu tetangga yang harganya terjangkau, kopi bisa dinikmati semua kalangan.

Tiga tahun berjalan, Toko Kopi Tuku kini telah memiliki empat gerai di kawasan Cipete, Pasar Santa, Bintaro sektor 1 dan Abdul Majid Raya. Dua gerai di Abdul Majid Raya dan Pasar Santa khusus melayani penjualan online atau take away. Sedangkan dua gerai lain khusus melayani penjualan offline. Satu gerai Toko Kopi Tuku minimal bisa menjual 1.000 gelas saban harinya.   


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

PROFIL PENGUSAHA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0491 || diagnostic_api_kanan = 0.4149 || diagnostic_web = 2.7046

Close [X]
×