: WIB    --   
indikator  I  

Menggigit kenyal cuan Pempek Mania

Menggigit kenyal cuan Pempek Mania

JAKARTA. Pempek yang legit, disiram dengan cuka, tak lupa irisan timun sebagai pelengkapnya. Begitulah pempek biasa disajikan. Banyak digemari, pempek pun kini menjelma sebagai penganan sehari-hari.

Sejumlah pelaku usahanya pun menawarkan kemitraan. Salah satunya Arisanto yang membuka gerai Pempek Mania di Palembang sejak tahun 2004.

Pada tahun 2015, Pempek Mania mulai menawarkan kemitraan dengan paket senilai Rp 9 juta. Ari bilang, saat ini sudah ada calon mitra di Bandung.

Paket investasi tersebut sudah mencakup booth, peralatan memasak, seragam karyawan, media promosi, kemasan, hingga support system. Mitra juga sudah mendapat bahan baku awal senilai Rp 750.000 atau sekitar 80-100 pempek.

Setiap gerai Pempek Mania akan menyediakan jenis pempek kapal selam, lenjer besar dan pempek kecil. Harga jualnya mulai Rp 2.500-Rp 15.000 per satu pempek. Dalam perhitungannya, mitra diharapkan bisa jual hingga 185 pempek per hari.

Meski sudah lama merintis usaha pempek, Ari tak ingin muluk-muluk dalam menentukan target penjualan kepada mitra. Ari targetkan waktu balik modal enam bulan.

Dengan sistem jual putus, semua fasilitas yang didapatkan mitra di awal akan menjadi milik pribadi. Tak ada biaya royalti, namun mitra harus belanja pempek rutin ke pusat. "Nanti pertahun ada perpanjangan kontrak untuk penggunaan nama,” ujar Ari. Namun, ia tak menyebut nominal tertentu untuk biaya perpanjangan kontrak. Ari bilang, hanya ada penandatanganan perjanjian sederhana antara pusat dan mitra.

Menyasar masyarakat kelas menengah, Ari menyarankan mitra memilih lokasi dekat dengan perumahan. Lokasi strategis menurut Ari adalah lokasi yang dekat dengan minimarket atau swalayan.

Meski masih menawarkan kemitraan, Ari tak pasang target tertentu untuk menggaet mitra. Ia mengaku lebih fokus dengan penjualan pempek online. Melalui penjualan daring ini, Pempek Mania sudah pernah melakukan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. “Kami sudah pernah ke Malaysia, Singapura, dan Bangladesh,” tutur Ari.


Reporter Nisa Dwiresya Putri
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x