: WIB    --   
indikator  I  

Menggigit renyah cuan cumi krispi

JAKARTA. Penganan atau camilan dengan tekstur krispi punya banyak penggemar. Rasa yang gurih dan renyah memberi kenikmatan seakan tak ingin berhenti mengunyahnya sebelum benar-benar habis. Tawaran penganan jenis ini pun selalu bermunculan. 

Salah satu yang terbaru adalah Sotong Macho Crispy yang berdiri awal Maret 2017 lalu. Saat itu juga, Okki Indinyanto, pendirinya, juga langsung menawarkan kemitraan gerai cumi goreng krispi ini. Kini, sudah ada dua mitranya di Bekasi.

 Ada tiga paket kemitraannya. Pertama, paket senilai Rp 4,95 juta. Mitra akan mendapat booth standar, peralatan usaha sbahan baku tepung celup dan tepung krispi sebanyak 10 kilogram (kg), serta pelatihan.

Kedua, paket senilai Rp 8,5 juta. Mitra akan mendapat booth aluminium, peralatan usaha, bahan baku tepung celup dan 15 kg tepung krispi, banner serta pelatihan.

Ketiga, paket investasi senilai Rp 12 juta. Mitra akan mendapat booth lipat, peralatan usaha, bahan baku tepung celup dan 25 kg tepung krispi, banner serta pelatihan.

Kerjasama kemitraan sistemnya jual putus. Mitra tak dikenakan biaya royalti. Namun, wajib memasok tepung celup dan tepung krispi ke pusat. “Mitra juga bisa konsultasi usaha setiap hari,” pungkasnya.

Ada lima rasa bumbu yang disajikan dalam cumi krispi, yaitu salt and pepper, hot spicy, cheese, barberque, spicy. Harga jual tergantung ukuran. Ada dua ukuran, medium Rp 12.000-Rp 15.000 per tusuk dan ukuran besar Rp 20.000-Rp 25.000 per tusuk.

Okki menargetkan omzet mitra Rp 12 juta- Rp 13 juta per bulan. Keuntungan mitra berkisar  35%-40% dari omzet per bulan. Balik modalnya selama dua hingga tiga bulan.

Agar mencapai target omzet yang diinginkan, mitra disarankan mencari lokasi di foodcourt, mal dan perkantoran dengan luas ruangan minimal 2x2 m2, dengan dibantu seorang pegawai. Tahun 2017, dia targetkan untuk menggandeng 20 mitra baru. 


Reporter Jane Aprilyani
Editor Havid Vebri

USAHA IKM

Feedback   ↑ x
Close [X]