kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Mengintip celah usaha binatu yang masih basah

Sabtu, 12 Mei 2018 / 10:10 WIB

Mengintip celah usaha binatu yang masih basah

2. Nandawash Laundry

Usaha jasa cuci pakaian ini dibesut oleh Andri Kristanto asal Ngawi, Jawa Timur sejak tahun 2004 lalu. Pasca satu tahun menjalankan usaha, sistem kemitraan pun mulai dibuka.

Sebelumnya, KONTAN sempat mengulas ini tahun lalu. Saat itu, Nandawash Laundry memiliki sekitar 55 mitra.

Selang satu tahun, usahanya kian berkembang pesat karena jumlah yang telah bergabung sekarang sudah lebih dari 100 mitra. Lokasinya pun tersebar di dalam dan luar Pulau Jawa.

Andri mengaku bertambahnya jumlah mitra secara signifikan dipengaruhi potensi usaha binatu yang masih menjanjikan hingga tahun-tahun kedepan.

Ada sedikit perubahan dari usaha laundri ini. Sejak awal tahun ini, Andri menawarkan paket kemitraan Rp 10 juta. Dengan modal terjangkau mitra sudah bisa mendapatkan fasilitas satu mesin cuci, pengering, setrika uap, branding, pelatihan, bahan baku kimia, dan kebutuhan lainnya. "Ini untuk memberikan peluang yang baik kepada mitra se-Nusantara  untuk bisa mengurangi angka pengangguran," katanya kepada KONTAN, Rabu (2/5).

Sebelumnya, Nandawash Laundry telah membuka paket kemitraan dengan investasi mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 50 juta.

Lainnya, harga servis cuci kiloan dinaikkan sejak awal tahun. Alasannya harga beli perlengkapan kimia alias sabun, pewangi, dan lainnya terus melonjak.

Kini setiap kilo pakaian dikenakan harga Rp 4.000 per kg khusus area Jawa Timur dan Jawa Tengah dan Rp 7.000 per kg untuk area Jawa Barat. Sebelumnya dibanderol mulai  Rp 3.500 per kg.

Meski tumbuh pesat, tidak berarti Andri lepas dari permasalahan. Kendala yang dihadapinya kini adalah distribusi perlengkapan bahan cuci cair alias bahan kimia.

Dia mengaku cukup sulit untuk mengirimkan kepada mitranya yang berada di kawasan Jawa Barat karena tidak semua kargo menyediakan layanan antar bahan kimia. Sehingga, dia harus menyewa kendaraan pribadi untuk mengantarkannya ke setiap gerai mitra.

Makanya, kini Andri mulai membuka peluang reseller bahan baku disetiap kota untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan gerai mitra.


Reporter: Elisabeth Adventa, Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

REVIEW WARALABA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 1.0420 || diagnostic_web = 1.2444

Close [X]
×