kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.571
  • EMAS593.896 0,51%

Mengintip kesibukan sentra pengolahan ikan Rawasari (3)

Sabtu, 04 Agustus 2018 / 09:15 WIB

Mengintip kesibukan sentra pengolahan ikan Rawasari (3)



KONTAN.CO.ID - Pasokan yang tidak menentu jadi kendala sekaligus tantangan yang cukup berat bagi para pedagang dan perajin. Miftah, pengelola sentra sekaligus perajin ikan mengatakan, setiap tahun pasti ada suatu masa pasokan ikan sangat terbatas. .

Jika sudah demikian, mau tidak mau, ia harus berebut pasokan ikan segar dengan pelaku usaha di sentra pengolahan ikan lainnya. Tak jarang, Miftah pun harus memutar otak untuk mengganti jenis ikan yang sedang langka. "Biasanya tangkapan ikan langka itu sekitar awal tahun, bisa sampai dua bulan terbatas stoknya," ujarnya.

Selama ini, Miftah mengambil bahan baku ikan segar di pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara. Untuk memastikan pasokan ikan segar terus ada, ia bekerjasama dengan lebih dari satu agen ikan dan nelayannya langsung. Harga ikan segar pun ikut naik ketika pasokannya langka.

"Di Muara Baru saya sudah ada beberapa lapak yang jadi langganan sejak dulu. Jadi kalau barangnya sering langka tetap diusahakan cari. Tapi harganya agak lebih mahal dari biasanya. Ada kenaikan harga tapi tidak banyak," kata Miftah.

Kenaikan harga ikan segar tersebut tentu berimbas pada harga jual yang dipatok oleh para pedagang. Amir, salah satu pedagang ikan sekaligus perajin ikan di sentra tersebut mengatakan jika kenaikan bahan baku cukup tinggi, dirinya pun ikut menaikkan harga jual. Namun jika kenaikan harganya masih bisa ditoleransi, harga jualnya tetap.

"Tergantung berapa kenaikan harganya. Kalau harga jual dari bos nggak naik ya saya nggak akan naik juga. Tapi kalau naik dari biasanya, saya naikin juga sesuai kenaikan harganya," ujarnya.

Amir menuturkan jika sedang langka pasokan, ia dan para pedagang ikan lain di sentra tersebut akan mengolah jenis ikan apapun sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Meski harus diakui bahwa akan banyak kendala saat mengolah ikan dengan jenis yang berbeda. Takaran bumbu dan cara mengolah yang digunakan pun bakal berbeda.

"Mengolah ikan nggak bisa sembarangan. Jadi kalau bisa ya jenis ikannya sama, ukurannya juga sama. Kalau ukuran beda, nanti kami yang susah motongnya. Waktu masak dan takaran bumbunya juga beda. Jadi kalau bisa cari ikan yang ukurannya sama," jelasnya.

Para pedagang yang mengolah ikan di sentra Rawasari tinggal berdekatan dengan sentra tersebut. Mereka tinggal di sebuah mess yang disediakan oleh pengelola sentra tersebut. Letak messnya berada persis di sebelah sentra pengolahan tersebut. Para pedagang sengaja ditempatkan di mess terdekat agar memudahkan mereka dalam bekerja.

"Saya tinggal di sebelah, sewa sih per bulan, tapi harga sewanya lebih murah dibanding harus mengontrak rumah di luar. Tapi ada juga pedagang yang pilih tinggal di luar mess," kata Amir.     

(Selesai)


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

SENTRA UKM

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0861 || diagnostic_api_kanan = 1.1719 || diagnostic_web = 5.8815

Close [X]
×