: WIB    —   
indikator  I  

Mengintip lika-liku pembuatan gelato

Mengintip lika-liku pembuatan gelato

KONTAN.CO.ID - Siapa yang tak kenal gelato? Citarasa kudapan segar asal negara Italia ini sudah tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Bahkan, gelato menjadi salah satu hidangan penutup atau camilan favorit bagi masyarakat Indonesia. 

Melihat penggemar gelato yang makin hari makin bertambah, tak jarang jika di sejumlah kota besar, kita menemui gerai-gerai kecil yang khusus menjual gelato. Chef Ragil Imam Santoso, salah satu penggiat gelato cita rasa Indonesia mengatakan, gelato dengan varian rasa buah adalah yang paling diminati sampai saat ini. 

Gelato dengan varian rasa buah lebih diminati karena rasanya yang otentik. Maksudnya, rasa buah pada gelato lebih kuat dibanding es krim dan harus terbuat dari buah asli. "Dalam buah itu ada rasa asli, gula, dan lemak. Tiga hal itu yang disesuaikan dengan bahan lain pada gelato. Maka penggunaan buah dalam gelato perlu trik khusus," jelas Chef Ragil saat Gelato Competition di SIAL Interfood 2017 pekan lalu. 

Chef Ragil mengatakan, untuk rasa yang kuat, sebaiknya dalam proses pembuatan gelato menggunakan buah yang sudah hampir busuk atau sangat matang. Ia lebih suka menyebutnya dengan 'buah yang satu hari lagi busuk'.

"Untuk tahu buah ini kapan waktu terbaiknya sebelum busuk, memang harus sering praktek. Nanti tahu waktu persisnya buah ini busuk," ujarnya sambil tertawa. Tak ada waktu pasti soal umur buah. Jam terbang soal pemakaian buahlah yang mengasah kepekaan sang artisan gelato.

Buah yang sangat matang digunakan karena memiliki kadar gula yang cukup tinggi. "Jadi kita tak perlu lagi menambahkan gula ke dalam bahan gelato.Cukup gula alami buah," kata Chef Ragil. 

Selain berpengaruh pada rasa, buah juga berpengaruh dengan kandungan lemak pada gelato. Kandungan lmak dalam gelato tak hanya berasal dari susu dan kuning telur. Namun juga buah yang menjadi campurannya. "Jika kita pakai buah yang kandungan lemaknya banyak, seperti alpukat dan durian, maka tidak perlu lemak tambahan lagi," terang Chef Ragil. 


Reporter Elisabeth Adventa
Editor Johana K.

MAKANAN PENUTUP

Feedback   ↑ x