kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Mengiris peluang daging Hey Steak

Sabtu, 05 Mei 2018 / 15:05 WIB

Mengiris peluang daging Hey Steak

KONTAN.CO.ID - Steik, menu sajian barat ini sudah tersohor di pasar kuliner dalam negeri. Konsumen pun sudah tak asing lagi dengan menu irisan daging yang dipanggang ini.

Dianggap sudah punya pasar yang kuat, pemain bisnis steik terus bermunculan. Salah satunya, Hendy yang ingin mencicipi empuknya cuan gerai steik lewat Hey Steak.

Berawal dari warung tenda pada 2016, selang setahun Hendy sudah menempati ruko di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara. Respon pasar yang baik dan adanya permintaan bermitra mendorongnya berbisnis kemitraan. "Sistem kemitraan ini juga untuk mempercepat ekspansi," ujarnya. Meski masih baru, sudah ada satu gerai mitra di Tendean, Jakarta Selatan.

Hendy menjual steik mulai Rp 40.000-Rp 110.000 per porsi. Tersedia tiga pilihan steik, yaitu daging sapi, daging ayam dan ikan, dengan tujuh pilihan saus. Sebagai tambahan, tersedia pula menu rice bowl. Ia mengklaim, kelebihan produknya terletak pada tekstur daging yang empuk.  

Hey Steak menawarkan kemitraan senilai Rp 150 juta. Fasilitasnya, penggunaan merek usaha selama lima tahun, perlengkapan resto, perlengkapan masak lengkap, pelatihan, branding, sistem keuangan dan dapur modern. Dapur ini sudah bersistem daring, sehingga terpantau oleh manajemen pusat.

Laki-laki berusia 34 tahun ini bilang, mitra harus menyiapkan lokasi sebesar ruko,  enam sampai delapan karyawan, dan modal belanja bahan baku awal. "Untuk pembukaan perdana idealnya biaya belanja bahan sekitar Rp 30 juta atai sesuai keinginan mitra," jelasnya. Selanjutnya, mitra wajib membeli bahan baku dari pusat dan membayar biaya royalti 5% dari omzet tiap bulan.

Berdasarkan perhitungan Hendy, mitra bisa balik modal dalam setahun. Asal mampu memenuhi omzet Rp 4 juta sampai Rp 8 juta per hari. Setelah dikurangi biaya belanja bahan baku dan operasional, porsi keuntungan bersihnya  sekitar 20%-25% dari omzet per bulan.

Dalam jangka waktu lima tahun, Hendy menargetkan untuk bisa mengoperasikan 30 gerai. Dia mengaku enggan terlalu agresif dalam pembukaan gerai cabang karena ingin memastikan gerai mitra tetap berjalan dengan lancar.

Djoko Kurniawan, konsultan usaha menilai, potensi usaha steik masih bagus jika dikelola secara serius dan pemilik usaha memahami semua hal tentang bisnis ini. Tanpa pengetahuan yang baik maka bisnis tidak akan bergerak sesuai keinginan.

Antisipasi yang harus dilakukan pemilik usaha dalam bidang usaha ini adalah pemilihan dan pengawasan bahan baku terutana daging,  ikan  dan ayam sebagai bahan baku utama. Selain itu standarisasi cara potong dan teknik memasak harus benar-benar dilaksanakan.              
          
Hey Steak
Jl. Muara Karang Barat Raya No. 19, Jakarta Utara
HP. 081280006191


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

0

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.1717 || diagnostic_web = 0.3845

Close [X]
×